Camat Diwek: Jembatan Ambrol di Desa Puton Bukan Karena Hujan, Tapi Tertabrak Truk Trailer dan Segera Diperbaiki

Foto : Kondisi pembatas jembatan di gerbang masuk Desa Puton, Diwek, Jombang yang ambrol. (Istimewa)
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Camat Diwek, Agus Sholihudin, memberikan penjelasan terkait ambrolnya pembatas jembatan di gerbang masuk Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Ia menegaskan bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh hujan deras, melainkan akibat tersenggol truk trailer yang melintas di lokasi.

Menurut Agus, truk trailer tersebut diduga hendak mengirim barang ke gudang atau pabrik triplek yang berada di kawasan depan Perumahan Grand Az-Zahra, Desa Puton, jalur menuju Gerdu Laut.

Baca Juga

“Bukan karena hujan. Itu ada truk trailer yang masuk, rencananya mau kirim barang ke pabrik atau pergudangan triplek. Posisi jalannya sempit, kemungkinan kena ban belakangnya karena bodinya panjang,” ujar Agus saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal kondisi pembatas jembatan memang sudah mengalami keretakan dan tergolong sempit untuk kendaraan besar. Kondisi tersebut kemudian diperparah setelah tersenggol truk trailer hingga akhirnya roboh.

“Memang dari awal sudah retak dan kondisinya agak parah. Terus ketambahan ditabrak atau kesenggol truk trailer itu, akhirnya ambrol,” jelasnya.

Agus juga membantah anggapan warga yang menyebut hujan deras sebagai penyebab utama ambrolnya pembatas jembatan.

“Kalau hujan saja terus bisa ambruk, ya tidak mungkin. Bukan karena hujan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak perusahaan pemilik truk telah dikonfirmasi dan menyatakan bersedia bertanggung jawab melakukan perbaikan. Bahkan, perbaikan direncanakan akan segera dilakukan.

“Kemarin sudah dikonfirmasi ke perusahaannya, dan mereka bersedia memperbaiki. Informasinya nanti malam setelah Magrib langsung diperbaiki oleh pihak perusahaan yang merubuhkan,” katanya.

Meski demikian, Agus mengaku tidak mengetahui secara pasti nama perusahaan tersebut, namun dipastikan berkaitan dengan aktivitas pergudangan atau pabrik triplek.

Terkait status jalan dan jembatan, Agus menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan milik desa, melainkan merupakan ruas jalan kabupaten milik Pemerintah Kabupaten Jombang.

“Itu bukan jalan desa, tapi ruas kabupaten sampai ke arah timur,” terangnya.

Ia menambahkan, jembatan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diusulkan untuk diperlebar karena dinilai kurang lebar dan tidak ideal dilalui kendaraan besar. Bahkan, lokasi itu sempat disurvei, namun belum masuk dalam perencanaan pembangunan.

“Desa sudah beberapa kali mengusulkan karena jembatannya memang kurang luas dan sempit. Kemarin juga sudah disurvei untuk pelebaran, tapi sepertinya belum masuk perencanaan pembangunan jembatan,” pungkasnya.

Berita Terkait