PERAK, KabarJombang.com – Seorang petani bernama Mardi (66), warga Dusun Janti, Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di aliran sudetan Sungai Waruturi, Jumat (5/6/2026) malam.
Korban sebelumnya diketahui berpamitan kepada istrinya untuk mencari rumput sekitar pukul 15.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash bernomor polisi S-5736-XH.
Namun hingga sore hari korban tak kunjung pulang. Istrinya, Samiatun (62), kemudian berusaha mencari keberadaan suaminya di area persawahan. Saat melakukan pencarian, ia menemukan sepeda motor korban terparkir di atas tanggul Sungai Waruturi, tetapi korban tidak berada di lokasi.
Merasa khawatir, Samiatun meminta bantuan warga dan perangkat desa untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB di sungai sudetan Waruturi yang mengarah ke timur atau ke arah Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Perak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Plh Kapolsek Perak, Iptu Samsul Arifin, mengatakan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, korban diduga terpeleset saat mencari rumput di tanggul sungai hingga terjatuh ke aliran sungai dan tenggelam.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek Perak bersama tim dari Polres Jombang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi. Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga terpeleset saat mencari rumput di sekitar tanggul Sungai Waruturi sehingga terjatuh ke sungai dan tenggelam,” ujar Iptu Samsul Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambahnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada area tanggul yang licin dan berpotensi membahayakan keselamatan.








