Sempat Tak Ada Perhatian Pemdes

ODGJ Dipasung di Megaluh Kini Dirawat di RS

Rantai pasung yang sebelumnya dipakai Mujib di rumahnya.
  • Whatsapp

MEGALUH, Kabarjombang.com-Karena sering kabur dari rumah, Mujib (63), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, akhirnya harus dipasung oleh keluarga. Kini oleh pihak puskesmas dibawa ke rumah sakit (RS) untuk mendapat perawatan.

Anak angkat Mujib, Suyanti Menjelaskan, setelah Mujib bolak-balik menghilang, dan terakhir hingga ditemukan di Desa Kedungmacan, Kecamatan Peterongan. Akhirnya Mujib terpaksa dipasung agar tidak lari dari rumah lagi karena pihak keluarga sudah kuwalahan dengan keseibukan sehari-sehari.

Baca Juga

“Waktu itu anak saya kebetulan sakit dan sedang di rawat di RSUD, karena tidak ada orang, jadi bapak pergi dari rumah dan ditemukan di Desa Kedungmacan. Setelah kejadian itu dengan kesepakatan keluarga akhirnya bapak dipasung agar tidak kerepotan mencari kemana-mana,” bebernya, Jumat (30/9/2022). .

Latar belakang Mujib depresi ternyata setelah satu tahun ditinggal meninggal oleh sang istri pada tahun 2016, kemudian mengalami kecelakaan yang menimbulkan gangguan pada syaraf di kepala, sehingga oleh pihak medis dinyatakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

“Ibu meninggal di tahun 2016, setelah itu bapak mulai depresi setelah satu tahun di tinggal ibu, jika dihitung depresi tersebut sudah menginjak 4 tahun,” jelasnya.

Meski anak angkat, Suyati juga selalu berusaha untuk mencari pengobatan alternatif untuk Mujib, dan berbagai cara agar bapak angkatnya sembuh dari depresi yang sedang dialami selama 4 tahun.

“Sudah saya carikan pengobatan alternatif kemana-kemana tak pernah ada hasil,” jelasnya.

Ia juga mengaku sempat meminta bantuan kepada YouTubers untuk mengobati Mujib yang di gadang tanpa pungutan biaya apapun dengan persyaratan dijadikan konten selama dua minggu.

“Persyaratan pengobatan gratis kan harus dibuat video terlebih dahulu, setelah saya buatkan hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” bebernya.

Sementara itu, Menurut penjelasan Suyati, pihak pemerintah desa juga tidak ada tindakan sama sekali meski jarak antara rumah Mujib dan salah satu perangkat desa berdekatan.

“Tidak ada solusi dari pemerintah desa, bantuan juga tidak ada, hanya mendapatkan bantuan Covid-19 saja saat itu,” imbuhnya.

Namun setelah kehidupan Mujib viral, akhirnya Mujib dirawat di rumah sakit atas ajakan puskesmas desa setempat.

“Dari dulu tidak ada pernah perhatian pemerintah desa setempat, namun setelah viral akhirnya bapak sekarang dirawat di rumah sakit atas ajakan pihak puskesmas setempat,” tandasnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait