Banjir yang Melanda 7 Desa di 3 Kecamatan Jombang Akibat Hujan Deras, Kini Sudah Mulai Surut

Foto : Kondisi banjir yang sudah mulai surut di Dusun Pakunden, Desa Kademangan, Mojoagung, Jombang. (Istimewa) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Hujan deras berdurasi panjang yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang pada Kamis (4/12/2025) menyebabkan banjir luapan di tujuh desa yang tersebar di tiga kecamatan. Meski sempat menggenangi permukiman warga, jalan desa, dan area persawahan, kondisi terkini pada Jumat (5/12/2025) dilaporkan mulai berangsur surut.

Berdasarkan data dari BPBD Jombang, banjir terjadi di Desa Kademangan, Betek, dan Mancilan di Kecamatan Mojoagung. Desa Catakgayam (Dusun Gayam Utara) dan Desa Selorejo di Kecamatan Mojowarno. Serta Desa Madiopuro dan Segodorejo di Kecamatan Sumobito.

Baca Juga

Cuaca ekstrem dimulai sejak pukul 14.30 WIB, ketika hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Jombang. Debit sungai meningkat signifikan hingga akhirnya meluap pada pukul 18.00 WIB dan menggenangi kawasan pemukiman serta infrastruktur desa.

Ketinggian muka air sempat bervariasi, mulai 10–40 cm di Desa Kademangan, 30–50 cm di Desa Madiopuro, hingga 10–30 cm di Desa Segodorejo. Sejumlah desa lainnya juga terdampak, dengan ketinggian muka yang bervariasi.

Hingga pukul 09.00 WIB, Jumat (5/12/2025), banjir di enam dari tujuh desa dilaporkan telah berangsur surut. Hanya Desa Kademangan, Madiopuro, dan Segodorejo yang masih menyisakan genangan ringan, namun trennya terus menurun.

Desa Kademangan (Mojoagung): genangan 10–40 cm, berangsur surut, Desa Madiopuro (Sumobito): genangan 30–50 cm, berangsur surut, Desa Segodorejo (Sumobito): genangan 10–30 cm, berangsur surut, Desa Betek, Mancilan, Selorejo, dan Gayam Utara: sudah surut total. BPBD mencatat tidak ada kebutuhan mendesak dari warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, memastikan kondisi banjir terkendali dan terus ditangani.

“Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan debit sungai meningkat cepat dan meluap ke permukiman. Namun sejak dini hari, air mulai surut dan sebagian besar wilayah sudah kembali normal. BPBD terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi potensi banjir susulan,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025).

Wiku juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami meminta warga yang tinggal di dekat aliran sungai agar selalu memperhatikan kondisi sekitar. Jika terjadi kenaikan muka air, segera laporkan kepada perangkat desa atau BPBD Jombang,” tutupnya.

Berita Terkait