JOMBANG, KabarJombang.com – Rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang diwarnai dengan dua kasus peserta dan panitia yang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
Hingga Jumat (28/8/2026) pagi, tercatat dua pasien terkait pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang menjalani perawatan di RSUD Jombang. Salah satunya merupakan peserta muktamar asal Bogor yang diketahui bernama Toriq Jamaluddin mengalami serangan jantung.
Sedangkan pasien lainnya adalah Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU sekaligus Katib Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran mengatakan, peserta muktamar asal Bogor tersebut datang dengan keluhan nyeri dada. Setelah menjalani pemeriksaan medis, pasien didiagnosis mengalami serangan jantung.
“Jadi kemarin siang satu peserta muktamar ke-35 dari Bogor dengan keluhan nyeri dada, keringat dingin keluar dan setelah kita lakukan pemeriksaan, ternyata betul ada serangan jantung coroner,” ujar dr. Pudji saat diwawancarai pada Jumat (28/8/2026).
Pasien tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Jombang. Kondisinya disebut mulai membaik setelah mendapatkan perawatan.
“Sudah kita lakukan tindakan cepat. Alhamdulillah pasien tersemalatkan, sekarang ini sedang kita rawat di ruang HCU Abimanyu untuk stabilisasi. Walaupun masih ada beberapa keluhan yang harus kita tangani, InsyaAllah relatif stabil dari pada kemarin yang kondisinya sangat betul-betul mengancam nyawa,” terangnya.
Selain peserta asal Bogor, RSUD Jombang juga merawat KH Ahmad Said Asrori yang dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (27/8/2026) malam.
Menurut dr. Pudji, KH Ahmad Said Asrori datang dalam kondisi tekanan darah sangat tinggi, yakni lebih dari 200. Setelah mendapatkan perawatan, tekanan darahnya pada Jumat pagi telah turun menjadi sekitar 130.
“Dan ada lagi satu pasien yang kita rawat karena tensi yang sangat tinggi dan beliau adalah Ketua SC Muktamar 35 NU dan beliau juga Katib Aam PBNU. Sekarang kita rawat, masuk dalam kondisi tensi lebih dari 200 dan sudah kita rawat. Hasil tensi pagi ini sudah 130,” jelasnya.
Selain tekanan darah tinggi, KH Ahmad Said Asrori sebelumnya juga mengalami keluhan pusing dan mual. Namun, keluhan tersebut disebut telah berkurang setelah mendapatkan penanganan medis.
Pihak rumah sakit menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kelelahan setelah mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung cukup padat.
Pudji memastikan hingga Jumat pagi terdapat dua pasien terkait muktamar yang mendapatkan perawatan di RSUD Jombang.
“Keluhan lain pusing, mual sudah berkurang, dugaan karena kelelahan. Dan sampai dengan saat ini ada dua orang, satu peserta, satu panitia,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Kesehatan Panitia Muktamar Ke-35 NU, Dr. dr. KH M Zulfikar As’ad atau Gus Ufik, turut berada di RSUD Jombang untuk memantau kondisi kesehatan KH Ahmad Said Asrori maupun peserta muktamar asal Bogor tersebut.
Ia memastikan kondisi keduanya saat ini membaik. Di tengah padatnya rangkaian kegiatan muktamar, aspek kesehatan peserta dan panitia menjadi salah satu perhatian yang terus diantisipasi.
“Yang jelas kita antisipasinya setiap area ada tim kesehatan di sekitar situ. Kita berharap tetap itu sehat dulu yang penting. Dalam organisasi tidak semata-mata person,” ujar KH Zulfikar As’ad.
Menurutnya, panitia telah menyiapkan tim kesehatan di sejumlah titik kegiatan Muktamar Ke-35 NU. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan respons cepat apabila peserta, panitia maupun tamu muktamar mengalami gangguan kesehatan.
Selain tenaga medis, fasilitas ambulans mobile juga disiagakan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya kejadian tersebut, kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Tim medis disiagakan selama 24 jam di sejumlah lokasi kegiatan untuk mengantisipasi kondisi darurat sekaligus memastikan seluruh rangkaian agenda muktamar tetap berjalan.
Meski terdapat dua pasien yang harus mendapatkan perawatan di RSUD Jombang, kondisi keduanya yang berangsur membaik tidak memengaruhi jalannya agenda Muktamar Ke-35 NU.
Rangkaian kegiatan muktamar tetap berlangsung dengan dukungan tim kesehatan yang ditempatkan di berbagai area kegiatan.









