Kunjungi Jombang, Menko Pangan Kebut Program Makan Bergizi untuk Madrasah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat tinjau MBG di MAN Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Kabupaten Jombang pada Jumat (10/4/2026) pagi. Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Zulhas tersebut meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Jombang dan MAN 1 Jombang.

Zulhas menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di SMAN 2 Jombang sudah berjalan, sementara di MAN 1 Jombang baru mulai direalisasikan pada hari ini. Ia menyoroti adanya kesenjangan distribusi program antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama.

Baca Juga

“SMAN 2 sudah dapat makanan bergizi, sementara MAN 1 ini baru mulai hari ini. Memang kami sudah dua hingga tiga kali rapat agar percepatan dilakukan, khususnya untuk sekolah berbasis agama seperti tsanawiyah, aliyah, dan pondok pesantren,” ujar Zulhas.

Menurutnya, saat ini cakupan MBG di sekolah berbasis agama masih sekitar 15 persen, jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang sudah mencapai sekitar 85 persen. Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong percepatan agar distribusi program lebih merata.

“Sekolah umum bahkan sudah ada yang berjalan enam sampai tujuh bulan. Sementara di sini baru mulai, sehingga anak-anak sempat mempertanyakan mengapa mereka belum mendapatkan,” tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Zulhas juga mengecek langsung menu makanan yang disajikan kepada siswa. Ia menilai kualitas menu MBG sudah sangat baik dan memenuhi standar gizi.

“Menunya bagus sekali. Ada chicken katsu, buah, sayur, karbohidrat, protein, dan susu. Ini sudah sangat layak,” ungkapnya.

Ia juga menilai adanya inovasi dalam penyajian menu di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga menciptakan variasi makanan yang menarik bagi siswa.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Jombang, Saadatul Athiyah, menyambut baik pelaksanaan program MBG di sekolahnya. Ia menyebut program ini sangat membantu siswa, khususnya dalam mengurangi pengeluaran untuk makan siang.

“Kami tentu senang, karena ini bisa mengurangi uang yang harus dikeluarkan anak-anak untuk membeli makan siang,” ujarnya.

Saadatul menjelaskan bahwa program MBG di MAN 1 Jombang baru pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya, uji coba sempat direncanakan pada bulan Ramadan, namun tertunda karena padatnya kegiatan siswa.

Program MBG di sekolah tersebut saat ini menyasar sekitar 1.500 siswa. Jumlah tersebut diperkirakan akan berkurang menjadi sekitar 1.000 siswa setelah kelulusan siswa kelas 12.

“Per jenjang ada sekitar 500 siswa. Saat ini masih lengkap tiga jenjang, jadi totalnya 1.500 penerima,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa distribusi makanan berasal dari SPPG Sambong, dan ini merupakan kali pertama sekolahnya menerima program tersebut, termasuk dalam hal pendataan.

Berita Terkait