Ratusan Santri di Jombang Jalani Pemeriksaan Mata, Kelainan Refraksi Jadi Perhatian

Momen pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada ratusan santri Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kecamatan Jogoroto, Jombang
Momen pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada ratusan santri Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kecamatan Jogoroto, Jombang
  • Whatsapp

JOGOROTO,KabarJombang.com- Ratusan santri Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, menjalani pemeriksaan kesehatan mata yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut difokuskan untuk mendeteksi kelainan refraksi atau gangguan penglihatan yang dinilai dapat menghambat proses belajar apabila tidak ditangani sejak dini.

Sebanyak 750 santri menjadi sasaran pemeriksaan. Mereka menjalani skrining ketajaman penglihatan dan pengukuran kebutuhan lensa. Santri yang berdasarkan hasil pemeriksaan memerlukan alat bantu penglihatan akan menerima kacamata sesuai hasil pemeriksaan.

Baca Juga

Ketua Perdami Jawa Timur, dr. Sutjipto, mengatakan kelainan refraksi merupakan salah satu gangguan penglihatan yang banyak dialami anak usia sekolah. Karena itu, pemeriksaan dini diperlukan agar gangguan tersebut tidak menghambat aktivitas belajar para santri.

“Harapannya tidak ada lagi santri yang kesulitan belajar hanya karena penglihatannya terganggu. Dengan kacamata yang sesuai, mereka dapat kembali membaca dan mengikuti pembelajaran dengan lebih optimal,” ujarnya.

Perdami Jawa Timur menerjunkan sekitar 30 dokter spesialis mata yang dibantu sekitar 30 refraksionis. Selain memeriksa ketajaman penglihatan dan menentukan kebutuhan lensa, tim medis juga melakukan skrining terhadap kemungkinan adanya gangguan mata lain.

dr Sutjipto menjelaskan, peserta yang ditemukan memiliki indikasi penyakit mata di luar kelainan refraksi akan diberikan surat rujukan agar dapat menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan spesialis mata.

“Jadi kita ingin hambatan karena gangguan penglihatan yang disebabkan kelainan refraksi itu bisa kita atasi. Salah satunya dengan memberikan bantuan kacamatanya ini. Sehingga proses belajarnya, baik itu pengetahuan agama maupun pengetahuan umum yang membutuhkan ketajaman penglihatan optimal, bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan refraksi merupakan salah satu program pengabdian masyarakat Perdami selain operasi katarak dan deteksi penyakit mata seperti glaukoma. Setelah kegiatan di Jombang, Perdami Jawa Timur juga berencana menggelar operasi katarak di Kabupaten Gresik pada akhir Juli mendatang.

“Kalau ditemukan ketajaman penglihatan yang tidak sesuai akibat kelainan lain, nanti akan kami berikan rujukan untuk ditangani lebih detail sesuai penyebabnya,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, KH Ainul Yakin, mengapresiasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan mata di lingkungan pesantren. Menurutnya, kesehatan mata menjadi aspek penting karena aktivitas belajar santri setiap hari didominasi kegiatan membaca Al-Qur’an, kitab, maupun materi pelajaran di kelas.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Perdami. Pemeriksaan ini menjadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan mata para santri sehingga mereka dapat terus belajar dengan nyaman dan optimal,” ujarnya.

Berita Terkait