MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, ternyata tidak hanya berisi telur asin. Dalam paket tersebut juga terdapat roti, buah-buahan hingga kacang.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Jombang, Deni Setiawan, menjelaskan bahwa paket MBG yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Betek berisi beberapa jenis makanan tambahan bagi para santri.
“Yang dikirim itu ada roti, kemudian pisang, buah apel, dan buah pir. Jadi bukan hanya telur asin saja,” ujar Deni saat diwawancarai di RSU PKU Muhamadiyah Mojoagung.
Ia menambahkan, telur asin yang menjadi salah satu bagian dari paket tersebut juga diperbolehkan dalam program MBG karena tidak termasuk kategori Ultra-Processed Food (UPF).
“Telur asin itu diperbolehkan, karena bukan Ultra-Processed Food. Selain itu juga bagian dari pemberdayaan UMKM sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Mas Maulana Ulun atau Gus Ulun, menjelaskan bahwa saat kejadian para santri mengonsumsi hidangan berbuka puasa berupa nasi rawon yang dimasak oleh pihak pondok serta telur asin yang berasal dari paket MBG.
“Waktu makan jamuan buka puasa bersama di pondok, yang dikonsumsi itu nasi rawon dan kebetulan ada telur asin dari SPPG yang dimakan santri semuanya,” ujarnya.
Ia mengatakan, gejala awal dirasakan oleh santri putri yang lebih dulu mengeluhkan mual dan muntah. Sementara santri putra mulai merasakan keluhan setelah pelaksanaan salat tarawih.
“Yang perempuan dulu merasa mual dan muntah. Setelah itu, bada tarawih baru santri yang putra,” kata Gus Ulun.
Melihat kondisi tersebut, pihak pondok langsung membawa para santri yang mengalami keluhan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah mual itu langsung kita bawa ke rumah sakit, dibantu tiga ambulans. Alhamdulillah semuanya selamat,” ungkapnya.
Gus Ulun juga menjelaskan bahwa paket MBG yang diterima pondok saat itu merupakan distribusi yang dirapel untuk tiga hari sekaligus.
Dalam paket tersebut terdapat beberapa jenis makanan tambahan bagi para santri.
“Kebetulan ini dirapel tiga hari, untuk hari ini, besok dan besoknya lagi. Isinya ada dua roti, dua buah, ada pisang, jeruk, dan kacang, dua bungkus,” jelasnya.
Menurutnya, secara kasat mata makanan termasuk telur asin yang diterima dalam kondisi baik. Namun pihak pondok tetap akan melakukan evaluasi sebagai langkah kehati-hatian ke depan.
“Secara kasat mata semuanya baik. Ke depan tentu kami lebih hati-hati dari segala aspek. Dari kami sendiri juga akan evaluasi dapur pondok untuk masak jamuan santri, termasuk dari SPPG juga,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa menu rawon yang disajikan saat kejadian dimasak pada hari yang sama sebelum disajikan kepada para santri.
“Rawonnya dimasak hari itu juga dan langsung kita hidangkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, 31 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah sempat dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung pada Kamis (5/3/2026) malam setelah mengalami mual, muntah, hingga pingsan usai menyantap hidangan berbuka puasa.
Saat ini pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang masih melakukan penyelidikan dengan menguji sejumlah sampel makanan di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.








