Konvoi Gangster Meresahkan Lempar Petasan di Diwek Jombang, Warga Amankan Dua Remaja

Foto : Sekelompok diduga gangster yang membuat kerusuhan di Desa Brambang, Diwek, Jombang saat diamankan warga. (Istimewa) 
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Aksi meresahkan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jombang. Sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam geng motor melakukan konvoi sambil menyalakan dan melempar petasan di jalan Desa Brambang, Kecamatan Diwek, Minggu (28/12/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Merasa terganggu dan khawatir akan keselamatan lingkungan, warga setempat langsung bertindak. Dengan sigap, masyarakat berhasil mengamankan dua remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian dari Polsek Diwek.

Baca Juga

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa dua orang yang diamankan warga masing-masing yakni Adam Wahyu Nugroho (20), warga Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, serta MIS (16), warga Kecamatan Mojowarno.

“Keduanya diamankan warga di lokasi yang berbeda dan saat ini masih berstatus sebagai saksi. Penyidik masih melakukan pemeriksaan,” ujar AKP Dimas saat dikonfirmasi.

Menurut Dimas, Adam diduga mengikuti konvoi yang berkaitan dengan salah satu perguruan silat. Saat diamankan, ia mengendarai sepeda motor Suzuki Satria R putih dengan nomor polisi S 5660 WF serta mengenakan kaos hitam bertuliskan nama perguruan silat.

Sementara itu, MIS diduga merupakan bagian dari kelompok gangster yang melakukan aksi pelemparan petasan. Dari tangannya, polisi mengamankan sepeda motor Honda Beat warna oranye bernopol S 3378 OAE, sebuah bendera bertuliskan “Gengster Crime Society”, serta hoodie hitam yang dikenakannya.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Supra X warna silver tanpa pelat nomor yang ditinggalkan pemiliknya saat melarikan diri dari lokasi kejadian.

AKP Dimas menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan akan terus dikembangkan,” tegasnya.

Berita Terkait