Enam Kecamatan di Jombang Terancam Kekeringan, BPBD : Luas dan Jarak Jadi Kendala Penanggulangan

Kekeringan di Jombang. (Dok Faktual news/ Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Sedikitnya enam kecamatan di Kabupaten Jombang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Untuk menanggulanginya diperlukan pasokan air bersih dari PDAM.

Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang menyebut faktor sebaran luas dan jarak tempuh ke wilayah kekeringan yang jauh jadi kendala untuk upaya penanggulangan kekeringan tadi.

Baca Juga

Sebab, dari enam kecamatan tersebut wilayahnya cukup luas dan jarak tempuhnya cukup jauh dari lokasi pengolahan air bersih PDAM.

Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Wonosalam, Mojoagung, Bareng, Bandarkedungmulyo, Plandaan dan Kecamatan Kabuh. Data BPBD Jombang menyebut, ada 12 desa di enam kecamatan tersebut yann rawan kekeringan.

Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Jombang, Gunadi mengungkapkan ada beberapa kendala yang dialami, untuk menanggulangi ancaman musibah kekeringan.

Sebaran lokasi 12 desa di enam kecamatan tersebut luas dan jarak tempuhnya jauh. Hal itu menyulitkan droping air bersih ke sasaran. Lebih-lebih armada dari PDAM Jombang terbatas.

“Jumlah armada yang dimiliki PDAM Jombang sangat terbatas. Akibatnya pemenuhan pelayanan tidak dapat maksimal,” ucapnya pada KabarJombang.com, Senin (21/9/2020).

Hal itu, sambung Gunadi, mengakibatkan terbatasnya frekuensi pengiriman harian. Itu masih ditambah tidak semua wilayah yang berpotensi kekeringan memiliki tempat penampung air alias tandon.

“Seperti tandon atau jerigen besar. Beberapa wilayah tidak punya, sehingga air dibagikan secara ecer dan membutuhkan waktu yang panjang,” ujarnya.

Meskipun ada kendala, upaya penangguangan tetap dilaksanakan di beberapa titik. Seperti pipanisasi yang sudah dilakukan di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam Tahun 2019, dengan menggunakan anggaran dana desa (DD).

Kemudian yang kini sedang dilaksanakan adalah pengeboran dan pemasangan instalasi sambungan rakyat yang berasal dari Anggaran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsismas) Tahun 2019.

“Beberapa upaya sudah dilakukan seperti di Dusun Ngrimbi, Desa Ngrimbi dan Dusun Pakelkrajan, Desa Pakel, Kecamatan Bareng. Nantinya akan dilaksanakan pengeboran dengan anggaran yang dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PU dan PeRa Tahun Anggaran 2020 di Dusun Karangkulon dan Dusun Blimbing, Desa Karangan, Kecamatan Bareng,” tutur Gunadi.

Selain melakukan upaya penanggulangan, ada rekomendasi yang bisa dilakukan. Seperti penyediaan air bersih dapat dilakukan oleh penyedia Non-PDAM supaya spesifikasi air bersih tidak terlalu detail sehingga mempermudah perolehan air bersih.

Dari enam kecamatan tersebut, potensi kekeringan terbagi ke 12 desa. Setiap kecamatan ada satu sampai tiga desa.

Kecamatan Bareng ada tiga desa yaitu Desa Ngrimbi, Pakel, Karangan. Kecamatan Plandaan, Desa Klitih, Bangsri, Jipurapah. Kecamatan Kabuh ada dua desa yaitu Desa Marmoyo, Kedungjati,” jelasnya.

Sementara untuk Kecamatan Wonosalam yaitu Desa Sumberjo, Kecamatan Mojoagung di Desa Kedunglumpang, serta Kecamatan Bandarkedungmulyo di desa Karangdagangan.

“Jika ditotal dari enam Kecamatan terdapat 1.781 KK, 5.955 jiwa. Untuk potensi kekeringan terbesar ada di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan dengan total 954 jiwa,” bebernya.

INSTAGRAM

Berita Terkait