Imbas PPKM Darurat, Penjualan Hewan Kurban Musiman Keluhkan Sepinya Pembeli

Hewan kurban yang dijajakan di tepi jalan Parimono Kabupaten Jombang, Rabu (14/7/2021). KabarJombang.com/Diana Kusuma/
Hewan kurban yang dijajakan di tepi jalan Parimono Kabupaten Jombang, Rabu (14/7/2021). KabarJombang.com/Diana Kusuma/
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Imbas pandemi covid-19, nampaknya dirasakan pula oleh penjual kambing kurban musiman di sepanjang jalan Parimono, Kabupaten Jombang.

Para pedagang hewan kurban mengeluhkan sepinya pembeli, dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca Juga

“Buka baru dua hari ini, padahal hari raya Idul Adha kurang seminggu lagi. Masih sepi pembeli, beda dengan sebelum-sebelumnya,” kata penjual hewan kurban musiman, Harianto, kepada KabarJombang.com, Rabu (14/7/2021).

Diakuinya, penjualan dimasa pandemi covid-19 ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Hanya warga Sumbermulyo itu akan tetap berusaha untuk menjual kambing-kambingnya.

“Biasanya 250 sampai 300 ekor kambing bisa terjual, ini nanti bisa 100 ekor sudah bagus, atau bisa terjual 60 ekor aja sudah syukur,” ungkap pria berusia 35 tahun ini.

Begitupun dengan Tejo, penjual kambing yang sudah berjualan selama 30 tahun mengungkapkan, ada penurunan pembeli hewan kurban karena imbas dari PPKM Darurat dengan penutupan jalan membuat para pemilik usaha tidak dapat lagi kurban seperti biasanya.

“Ya karena corona sama jalan ditutup itu juga ngaruh ke pedagang-pedagang, biasanya bisa kurban tapi gara-gara ada pembatasan penghasilan turun,” kata pria berusia 53 tahun ini mengungkapkan.

Sementara itu Tejo hanya berharap agar kambing-kambing kurban yang dijualnya dengan harga mulai Rp 2 juta di area tersebut akan habis .

“Harapannya ya semoga bisa habis semua, laku semua meskipun saat ini serba susah cari uang orang-orang masih bisa berkurban, biar tidak korban perasaan saja,” tutur dia memungkasi sembari tersenyum.

 

Iklan Bank Jombang 2024

TIMELINE BERITA

Berita Terkait