Desa Plosokerep Akui Ratusan Juta Masuk Silpa, Imbas DD Tak Kunjung Cair

Ilustrasi
  • Whatsapp

SUMOBITO, KabarJombang.com – Keluhan terkait lambatnya pencairan Dana Desa (DD) tahap tiga, kian deras. Kali ini giliran Bambang, Kepala Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang yang mengaku harus men-silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran)-kan DD tahap tiga tersebut di rekening mereka.

“Gimana bisa menyerap, dari waktu pencairan yang mepet, proses pencairannya pun berbelit karena harus pindah bank. Setelah cair, malah tidak bisa terserap maksimal,” keluh Bambang kepada KabarJombang.com (Kelompok Faktual Media, Kamis (8/1/2020).

Baca Juga

Diceritakan lebih jauh, DD tahap tiga Plosokerep mencapai angka Rp 300 juta. DD tersebut, menurut dia, baru bisa dicairkan pada tanggal 30 Desember 2019. Dalam waktu sehari sebelum tutup tahun, Bambang mengaku hanya mampu menyerap sekitar Rp 194 juta. Itu pun, menurut dia, adalah kegiatan yang sudah dijalankan sebelumnya, dengan dana talangan.

“Ada sekitar Rp 106 juta yang tidak bisa terserap, dan terpaksa kami Silpa-kan,” papar dia.

Meski begitu, dia mengaku masih beruntung, mampu menyerap sekitar 30 persen dari yang disyaratkan. Sehingga, lanjut dia, DD untuk tahun 2020 tidak terpotong.

“Bagaimana dengan desa yang tidak seberuntung kami, kasihan. Bisa-bisa DD-nya terpotong karena tidak mampu memenuhi target penyerapan minimal 30 persen. Kalau dipaksakan bisa-bisa berimbas adanya perbuatan melawan hukum,” beber Bambang.

Di akhir pembicaraan, dirinya berharap kekacauan pencairan DD tahap tiga di tahun 2019, tidak lagi terjadi pada tahun 2020.

INSTAGRAM

Berita Terkait