Dekranasda Jombang 2025–2030 Dilantik, UMKM Didorong Tembus Pasar Lewat Wisata Religi

Foto: Wakil Bupati Jombang, Salmanudin ketika memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Jombang masa bakti 2025–2030. (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Jombang. Kepengurusan baru ini langsung diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM melalui integrasi dengan sektor wisata religi, termasuk optimalisasi kunjungan peziarah Makam Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pasar potensial produk lokal.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin., S.Ag.,M.Pd., yang mewakili Bupati Jombang Warsubi., S.H., M.Si., menegaskan Dekranasda harus segera bergerak menyelaraskan program dengan prioritas pembangunan daerah tahun 2026, terutama integrasi dengan program “1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB)”.

Baca Juga

“Dekranasda harus bersinergi dengan program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru. Kita memiliki klaster potensial seperti Tenun Sarung Goyor di sektor kriya, serta olahan makanan, minuman, dan keripik yang punya potensi besar dipasarkan melalui jejaring strategis Dekranasda,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kurasi kualitas, kemasan, dan branding agar produk UMKM Jombang mampu naik kelas dan layak menjadi oleh-oleh unggulan bagi wisatawan.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, dan dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta sejumlah undangan.

Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, menyebut Dekranasda sebagai motor penggerak program UMKM yang mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Mengurus Dekranasda tidak menambah beban. Justru ini adalah motor penggerak program. Dengan kehadiran Ibu Ketua Dekranasda sebagai public figure dan orang terdekat pemegang kebijakan, impact dan kepercayaan masyarakat terhadap program UMKM akan jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, Dekranasda merupakan wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk membina UMKM secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, menegaskan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 dirancang profesional dan inklusif dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebagai Ketua Harian (ex-officio), serta unsur Bapperida, Disporapar, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam sekretariat.

“Fokus kami adalah memastikan karya tangan terampil masyarakat Jombang memiliki nilai jual tinggi dan dihargai di pasar luas. Dekranasda harus menjadi wadah kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan pelaku UMKM,” tegas Yuliati.

Sebagai langkah konkret, Dekranasda akan menggulirkan Program “Bapak Asuh” yang menggandeng perusahaan ritel dan industri untuk membina klaster usaha seperti kain sarung goyor, produk makanan olahan, serta keripik. Selain itu, akan disusun katalog resmi souvenir Pemkab Jombang, penguatan marketplace lokal, serta kerja sama dengan agen perjalanan guna mengarahkan wisatawan berkunjung ke galeri resmi Dekranasda.

Pemerintah Kabupaten Jombang mendorong percepatan implementasi QRIS dan perluasan akses pasar digital sebagai bagian dari strategi adaptif menghadapi tantangan ekonomi modern. Dengan arah kebijakan tersebut, Dekranasda Jombang diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi kreatif daerah sekaligus memperluas pangsa pasar UMKM melalui potensi besar wisata religi.

Berita Terkait