Abaikan Prokes, Kasus  Covid-19 di Jombang Capai 1.756 Kasus

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran. (Ft: Dokumen KJ).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Sebaran Covid-19 di 21 Kecamatan Kabupaten Jombang Minggu (13/12/2020) kembali merah. Hal tersebut sebagai bukti bahwa penerapan 3M masyarakat Jombang masih rendah.

Per tanggal 13 Desember 2020, tingkat persebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang masih mengalami tren peningkatan yang mencapai 1.756 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga

Berdasarkan rilis data persentase kondisi pasien positif Covid-19 dari Dinas Kesehatan Jombang 13 Desember 2020 pukul 15.00 WIB menunjukkan angka penambahan 19 kasus konfirmasi baru, 19 kasus sembuh, 2 kasus meninggal dunia.

“Titik-titik wilayah di Kabupaten Jombang kembali merah disebabkan karena kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes), 3 M  yang masih rendah. Akibatnya sangat memudahkan terjadinya penularan,” kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran kepada KabarJombang.com, Minggu (13/12/2020).

Menurutnya, dengan kondisi Covid-19 ini banyak masyarakat yang belum sadar jika virus ada disekeliling kita yang keberadaanya tidak terdeteksi sehingga bisa menular ke siapapun yang tidak disiplin akan protokol kesehatan dan bisa membahayakan dirinya sendiri.

“Saat ini disekitar kita banyak masyarakat pembawa virus yang tidak terdeteksi dan siap menularkan ke siapapun yang tidak patuh pada protokol kesehatan. Maka harus terus diserukan pada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan di manapun dalam kegiatan apapun,” tegasnya.

Kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang menyebar di 21 titik Kecamatan. Wilayah Kecamatan penyumbang 19 kasus baru yakni 6 dari Jombang, 1 dari Diwek, 2 dari Sumobito, 1 dari Jogoroto, 2 dari Ngoro, 1 dari Perak, 1 dari Gudo, 1 dari Ploso, 1 dari Kabuh, 1 dari Ngusikan, 1 dari Kudu, 1 dari Plandaan.

Sehingga, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jombang berjumlah 1.756 kasus. Untuk yang masih aktif atau dalam masa perawatan ada 109 kasus atau 6,2 persen.

Ada penambahan 19 kasus sembuh yakni 4 dari Diwek, 4 dari Mojoagung, 1 dari Jogoroto,1 dari Kesamben, 3 dari Ngoro, 2 dari Gudo, 2 dari Megaluh, 1 dari Bandarkedungmulyo, 1 dari Bareng.

Total jumlah pasien sembuh kini berjumlah 1.449 atau 82,5 persen dari total kasus kumulatif.

Sedangkan kasus meninggal ada penambahan 2 kasus dari Kecamatan Jogoroto. Sehingga, ada total 198 kasus meninggal atau 11,3 persen.

Dokter Pudji Umbaran berpesan kepada masyarakat yang merasa telah melakukan kontak erat, suspek dan konfirm tanpa gejala (OTG) harus melakukan isolasi mandiri secara ketat dan tegas (patuh sesuai aturan).

Jika selama masa isolasi muncul keluhan (panas, batuk pilek, mual muntah diare, sesak dan lain-lain) agar segera menghubungi petugas agar dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan yang sudah ditentukan.

Ditandaskan dr Pudji Umbaran, jika dirujuk ke RSUD Jombang, harus dipatuhi agar segera mendapatkan penanganan kesehatan sejak dini. Bagi masyarakat luas wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat 3 M (memakai masker, menjaga jarak/menghindari kerumunan dan mencuci tangan).

“Tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Bersama sama melakukan pengawasan pada orang di sekitar kita yang tidak patuh pada protokol kesehatan,” katanya

“Semoga Jombang segera terbebas dari pandemi Covid-19,” harapnya.

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait