NGUSIKAN, KabarJombang.com – Pencarian terhadap Suparno, 58, warga Desa Menturus, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, berakhir tragis. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Brantas, wilayah Desa Gondean, Kecamatan Ngusikan, Selasa (8/9/2026) pagi.
Jenazah Suparno ditemukan tim gabungan sekitar pukul 09.45 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 500 meter dari titik awal pencarian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, korban ditemukan ketika petugas menyisir aliran Sungai Brantas.
“Sudah, sudah ditemukan. Sekitar pukul 09.45, jaraknya kurang lebih 500 meter dari lokasi awal,” ujar Wiku saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).
Saat ditemukan, korban berada di tepian sungai dan tertutup tanaman eceng gondok yang tumbuh di sekitar pinggir aliran. Kondisi tersebut membuat keberadaan korban sebelumnya sulit diketahui.
“Posisinya di pinggir, di bawah eceng gondok,” kata Wiku.
Evakuasi dilakukan oleh personel gabungan BPBD Jombang dan Basarnas. Setelah berhasil diangkat dari lokasi, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut.
Wiku mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian setelah korban berhasil ditemukan. Selanjutnya, kepolisian berkomunikasi dengan keluarga korban terkait proses terhadap jenazah.
“Yang menemukan tim gabungan, BPBD bersama Basarnas. Setelah itu kami koordinasikan dengan kepolisian dan kami serahkan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima BPBD, keluarga Suparno telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Rencananya, jenazah akan menjalani pemeriksaan luar sebelum diserahkan untuk proses pemakaman.
“Kalau yang saya tangkap, keluarga menerima ini sebagai musibah. Mungkin nanti dilakukan pemeriksaan luar dari Puskesmas, setelah itu dimakamkan,” terang Wiku.
Suparno sebelumnya dilaporkan hilang setelah terlibat kecelakaan lalu lintas. Petunjuk mengenai keberadaannya mulai ditemukan setelah sepeda motor Suzuki Thunder milik korban diketahui terparkir di dekat sebuah pabrik tahu di Dusun Gondean, Desa Ngusikan.
Selain sepeda motor, sandal milik korban juga ditemukan di sekitar aliran Sungai Brantas. Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi tim gabungan untuk melakukan penyisiran di kawasan sungai.
Meski demikian, pada awal pencarian polisi belum dapat memastikan bahwa Suparno masuk ke Sungai Brantas. Pasalnya, tidak ada saksi yang melihat secara langsung korban masuk atau terjatuh ke sungai.
Kapolsek Ngusikan AKP Bagus Tejo Purnomo sebelumnya menjelaskan bahwa kecelakaan yang melibatkan Suparno terjadi pada pagi hari sebelum korban dinyatakan hilang.
Usai kecelakaan, Suparno disebut meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Saat itu, kondisi korban diduga seperti kebingungan. Ia kemudian berjalan ke arah tanggul Asemrowo hingga menuju kawasan sekitar pabrik tahu.
Petugas akhirnya melakukan pencarian setelah menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah ke Sungai Brantas. Setelah dilakukan penyisiran oleh tim gabungan, keberadaan Suparno akhirnya diketahui.
Jasad korban ditemukan di tepian Sungai Brantas, sekitar 500 meter dari titik awal pencarian, dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.









