JOMBANG, KabarJombang.com – Hamparan karpet merah bertabur bunga sepanjang ratusan meter menyambut kedatangan puluhan bhikkhu lintas negara saat memasuki kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Liong Kiong di Jalan RE Martadinata, Jombang, Senin (18/5/2026) sore. Sambutan istimewa ini menjadi bukti nyata tingginya rasa toleransi masyarakat di Kota Santri.
Sebanyak 55 bhikkhu dari berbagai negara di Asia Tenggara termasuk Thailand, Malaysia, Laos dan Indonesia tiba di Jombang setelah menempuh perjalanan berjalan kaki dari Mojokerto sejak pagi hari. Mereka merupakan peserta aksi Indonesia Walk for Peace 2026.
Aksi penyambutan dengan menggelar karpet merah ini rupanya lahir dari inisiatif murni warga setempat.
Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, mengungkapkan bahwa momen tersebut sama sekali tidak masuk dalam agenda resmi, melainkan bentuk spontanitas dari bentuk antusiasme warga.
“Kalau penyambutan itu sebenarnya tidak teragendakan, jadi itu sifatnya spontanitas. Khususnya untuk di wilayah Kepatihan, tadi di pertigaan pos polisi Pasar Legi itu ada tokoh masyarakat pengusaha yang menggelar karpet,” ujar Erwin saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Erwin menambahkan, aksi serupa juga terlihat di sepanjang jalur menuju kelenteng. Warga berjejer menyambut para pejalan spiritual ini dengan penuh sukacita.
“Kemudian ke selatan menuju arah kelenteng juga ada tadi, (spontanitas warga) yang menyelenggarakan kegiatan itu. Lanjut masuk ke kelenteng, ada seremonial berdoa bersama, dan sekitar pukul 16.00 WIB para bhikkhu istirahat,” lanjutnya.
Kehadiran para bhikkhu ini menyedot perhatian besar. Ratusan jemaah, tokoh masyarakat, hingga pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turut hadir menyambut rombongan di TITD Hok Liong Kiong.
Pihak Pemerintah Desa Kepatihan pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayah mereka.
“Dari pemerintah desa sendiri sangat mengapresiasi dengan kehadiran mereka. Karena tujuan mereka sangat baik, sebagai pembawa pesan perdamaian di wilayah, khususnya di Indonesia,” tegas Erwin.
Sesuai jadwal, para bhikkhu akan bermalam di TITD Hok Liong Kiong sebelum melanjutkan rute spiritual mereka esok hari. “Besok pagi berangkat lagi menuju Pendopo (Kabupaten), lalu dilanjutkan ziarah ke makam Gus Dur, sampai nanti menuju ke arah Nganjuk,” pungkas Kades Kepatihan.
Untuk diketahui, Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan gerakan spiritual dan kemanusiaan internasional yang didukung penuh oleh Kementerian Agama RI. Perjalanan lintas provinsi selama 20 hari ini telah dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali pada 9 Mei 2026, dan dijadwalkan finis di Candi Borobudur, Jawa Tengah pada 28 Mei 2026 tepat saat Hari Raya Waisak Nasional.









