Puluhan Desa di Jombang Tak Punya Lahan, Proyek Koperasi Merah Putih Mandek

Pembangunan Kopdes Merah Putih. (Ilustrasi)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Ambisi mewujudkan penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang terganjal masalah klasik. Sebanyak 96 desa atau hampir sepertiga dari total wilayah di Jombang, hingga kini belum mampu merealisasikan pembangunan gerai karena terkendala keterbatasan lahan.

​Salah satu wilayah yang terdampak signifikan adalah Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa mengeksekusi pembangunan KDKMP lantaran tidak ada lahan yang tersedia di dalam desa.

Baca Juga

​”Permasalahan utama memang lahan. Kami tidak memiliki lokasi untuk pembangunan,” ucap Erwin, Rabu (6/5/2026).

​Kondisi di Desa Kepatihan tergolong kompleks karena seluruh tanah kas desa (TKD) milik mereka berada jauh di luar wilayah administratif, yakni di Desa Gongseng (Kecamatan Megaluh) dan Desa Pesantren (Kecamatan Tembelang). Padahal, aturan program ini mengharuskan fisik bangunan berada di area desa setempat.

​”Kalau dibangun di luar wilayah desa, itu tidak sesuai konsep. Program ini kan satu desa satu gerai,” tambahnya.

Erwin mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jombang maupun Kodim 0814/Jombang, namun belum ada kepastian tindak lanjut.

​Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, dari total 306 desa dan kelurahan, baru 210 koperasi yang berhasil berdiri. Sebanyak 96 desa sisanya masih dalam status belum tuntas akibat persoalan lahan yang belum memenuhi persyaratan.

​Menanggapi hal tersebut, Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan terus mendorong percepatan pembangunan sebelum target operasional pada Juli 2026.

​”Memang ada desa yang belum memiliki lahan yang pas. Nanti akan kami koordinasikan dengan pemerintah pusat terkait pengadaan tanah. Saya yakin pasti ada solusi dan mekanismenya,” ujar Warsubi saat melakukan sidak di lokasi KDKMP Desa Tunggorono, Senin (4/5/2026).

​Dalam sidak tersebut, Bupati memastikan kesiapan fasilitas penunjang seperti truk, pikap, dan kendaraan roda tiga yang nantinya akan mendukung operasional koperasi.

Program KDKMP sendiri merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di tingkat paling bawah.

​Sejalan dengan hal itu, Komandan Kodim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menjelaskan bahwa target peluncuran program ini dilakukan secara masif dan serentak.

​”Kalau informasinya akhir Juli, sebelum pidato kenegaraan akan dilaunching 1.000 titik se-Indonesia,” jelas Dicky.

​Meski masih menyisakan 96 titik yang terkendala, Pemkab Jombang optimistis sisa pembangunan dapat segera rampung agar manfaat ekonomi dari Koperasi Merah Putih bisa dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Jombang pada pertengahan tahun ini.

Berita Terkait