Buntut Banjir, Rambu Larangan Melintas Bakal Dipasang di Jalan RE Martadinata Jombang

Pemasangan rambu larangan melintas saat hujan esktrem (Ilustrasi AI)
  • Whatsapp

 

JOMBANG, KabarJombang.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang bergerak cepat melakukan evaluasi pasca-banjir setinggi lutut yang merendam Jalan RE Martadinata, Senin (16/3/2026).

Baca Juga

Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana memperbesar kapasitas saluran pada 2027 serta memasang rambu larangan melintas bagi kendaraan saat hujan ekstrem melanda.

Langkah mitigasi ini diambil menyusul kondisi topografi Jalan RE Martadinata yang berbentuk cekungan, sehingga air mudah terakumulasi dan membahayakan pengendara.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang, Sri Rahayu, mengungkapkan bahwa selain perbaikan fisik, keselamatan pengendara menjadi prioritas. Pihaknya akan berkolaborasi dengan warga setempat untuk memasang rambu peringatan di titik-titik rawan.

“Perkim juga akan berkolaborasi dengan warga setempat untuk memasang rambu larangan melintas di Jalan Martadinata saat hujan dengan intensitas ekstrem, Selasa (17/3/2026).

Secara teknis, Perkim juga telah menyusun rencana peningkatan kapasitas saluran di sisi selatan Jalan Buya Hamka yang diusulkan untuk tahun anggaran 2027. Tujuannya adalah memperbesar daya tampung debit air agar pembuangan menuju Kali Bacin jauh lebih optimal.

Menanggapi keluhan warga terkait proyek rehabilitasi drainase yang baru saja selesai namun tetap meluap, Sri Rahayu menegaskan bahwa perencanaan sebenarnya sudah maksimal. Namun, curah hujan pada Senin sore kemarin masuk kategori ekstrem yang melampaui kapasitas teknis saluran.

“Curah hujan saat itu sangat ekstrem, bahkan bisa dikategorikan mendekati curah hujan maksimal dalam periode panjang. Ditambah lagi, elevasi jalan dari kawasan klenteng hingga pertigaan memang berbentuk cekungan, sehingga air mudah terakumulasi,” ucapnya.

Saat ini, upaya memecah aliran air sebenarnya sudah berjalan. Aliran yang sebelumnya hanya bertumpu pada satu arah ke Kali Jombang Kulon, kini telah terbagi ke sisi timur.

Sebelumnya, hujan deras membuat kawasan depan Klenteng Hok Liong Kiong tergenang parah. Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, menyebutkan bahwa selain melumpuhkan arus lalu lintas, air juga sempat masuk ke beberapa rumah warga.

“Banyak motor yang mogok karena nekat menerjang. Kami berharap rencana perbaikan lanjutan dan pemasangan rambu dari Dinas Perkim bisa segera terealisasi untuk meminimalisir kerugian warga,” pungkas Erwin.

 

Berita Terkait