PETERONGAN, KabarJombang.com – Perkembangan industri game global yang semakin pesat membuka peluang bagi talenta muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Seorang pemuda asal Desa Senden, Kecamatan Peterongan, Jombang, Wildan Purnomo (29), berhasil menembus industri game di Jepang dan terlibat dalam sejumlah proyek internasional.
Wildan berkarier di perusahaan kreatif Jepang, Digidelic, yang bekerja sama dengan berbagai pengembang game dan industri televisi.
Ia terlibat dalam pengembangan game eFootball yang sebelumnya dikenal sebagai Pro Evolution Soccer (PES) serta proyek animasi untuk salah satu museum besar di Tokyo.
Perjalanan Wildan menuju industri game Jepang tidak berlangsung instan. Ia sempat menempuh pendidikan di Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Semarang (Unnes), sebelum akhirnya memilih mencari peluang di Jepang.
“Awalnya saya mengetahui dari teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Saya mencoba mencari informasi dan mengikuti tes, hingga akhirnya diterima untuk belajar bahasa Jepang di Tokyo,” ujar Wildan.
Setibanya di Jepang, ia tidak langsung melanjutkan ke jurusan yang diinginkan. Ia terlebih dahulu menempuh pendidikan bahasa Jepang sambil bekerja paruh waktu guna memenuhi persyaratan akademik, termasuk memperoleh sertifikat kemampuan bahasa Jepang level N3.
Setelah itu, Wildan melanjutkan pendidikan di Yoshida Gakuen College, Sapporo, Hokkaido, dengan jurusan Komputer Informasi dan spesialisasi animasi game.
Usai menyelesaikan studinya, Wildan sempat mencoba melamar ke perusahaan game ternama Capcom, namun belum berhasil lolos dalam tahap wawancara karena keterbatasan bahasa.
Kesempatan akhirnya datang pada 2022, ketika ia diterima bekerja di Digidelic. Di perusahaan tersebut, ia mulai terlibat dalam berbagai proyek, termasuk pengembangan game dan animasi.
Wildan menilai peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di Jepang, khususnya di bidang game dan animasi, masih terbuka luas.
“Peluang di bidang ini masih besar. Kebutuhan tenaga desain cukup tinggi, dan banyak diisi oleh tenaga asing,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda Indonesia yang ingin berkarier di Jepang agar mempersiapkan kemampuan bahasa sejak dini.
“Sebaiknya belajar bahasa Jepang di Indonesia terlebih dahulu, minimal sampai level N3 sebelum berangkat,” pungkasnya.









