Polisi: Jasad di Saluran Mrican Megaluh Kemungkinan Bukan Orang Jombang

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan saat diwawancarai. (Istimewa) 
  • Whatsapp

MEGALUH, KabarJombang.com – Penemuan jasad pria tanpa identitas di aliran Saluran Induk Mrican Kanan, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, masih menyisakan tanda tanya. Aparat kepolisian menduga korban bukan berasal dari wilayah Jombang dan kini tengah menelusuri kemungkinan asalnya dari daerah lain.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan tidak ada warga sekitar yang mengenali korban. Ia menyebutkan bahwa dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korban berasal dari luar daerah.

Baca Juga

“Hasil penelusuran sementara, korban bukan warga Megaluh maupun Turipinggir. Bahkan ada indikasi bukan berasal dari Jombang,” kata Ardi pada Minggu (12/4/2026) sore.

Menurutnya, kondisi geografis saluran air yang terhubung hingga wilayah Kediri memungkinkan jasad terbawa arus dari lokasi lain. Selain itu, debit air yang sempat meningkat sejak malam hingga pagi hari diduga turut memengaruhi posisi korban hingga akhirnya tersangkut di beton.

“Air sempat tinggi lalu surut, sehingga korban tersangkut di balok pembatas,” jelasnya.

Saat ditemukan, korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan dalam kondisi tanpa pakaian, hanya mengenakan celana dalam. Petugas juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Pihak kepolisian kini tengah mengumpulkan data dan mencocokkan dengan laporan orang hilang dari berbagai daerah. Upaya identifikasi korban terus dilakukan secara intensif.

“Kami akan berusaha maksimal untuk mengungkap identitas korban,” tegas Kapolres.

Jasad tersebut ditemukan pada Minggu (12/4/2026) siang oleh seorang petani setempat dalam kondisi tengkurap dan tersangkut pada struktur beton pembatas sungai. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak berwenang.

Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, mengatakan bahwa warga pertama kali melihat jasad tersebut dalam posisi tidak bergerak di aliran sungai.

“Awalnya ditemukan oleh petani, posisinya tersangkut di sungai,” ujarnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan lebih lanjut guna memastikan identitas serta penyebab kematian korban.

Berita Terkait