TACB Jombang dan Tim Ahli Bupati Bahas Penguatan Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso

Foto: Tim Ahli Bupati Jombang, TACB Jombang, dan unsur terkait saat membahas sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso. (Istimewa)
  • Whatsapp

PLOSO, KabarJombang.com – Tim Ahli Bupati (TAB) Jombang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang menggelar pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang diyakini berada di wilayah Ploso, Kabupaten Jombang.

Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat Titik Nol Soekarno, Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Selasa (6/1/2026). Hadir dalam diskusi ini Tim Ahli Bupati Jombang Irfan Kharisma dan Medan Amrullah, perwakilan TACB Jombang, Camat Ploso, perwakilan Situs Persada Soekarno Kediri, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Rejoagung dan Kepala Desa Losari.

Baca Juga

Diskusi berjalan hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, TACB Jombang memaparkan proses panjang yang telah ditempuh dalam memperjuangkan legitimasi penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya. Upaya tersebut termasuk audiensi dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Tim Ahli Bupati Jombang menyampaikan sejumlah opsi dan langkah strategis yang dapat dilakukan masyarakat Ploso bersama pemerintah daerah, khususnya sambil menunggu keputusan resmi penetapan situs tersebut sebagai cagar budaya.

Medan Amrullah menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian dialog berkelanjutan yang menunjukkan semakin kuatnya dukungan masyarakat Ploso terhadap penetapan situs kelahiran Bung Karno.

“Semangat masyarakat semakin terasa. Perjuangan teman-teman TACB yang sudah sampai ke kementerian juga patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat Jombang dapat bersatu mendukung Ploso sebagai titik nol sekaligus tempat kelahiran Bung Karno. “Ini adalah perjuangan bersama,” tambahnya.

Ketua TACB Jombang, NasrulIlah atau yang akrab disapa Cak Nas, menilai pertemuan tersebut menjadi pintu masuk penting untuk mempercepat pengembangan dan penguatan eksistensi Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso.

“Kami semakin optimis. Sebenarnya banyak pihak, termasuk pemerintah, sudah meyakini hal ini. Jika ada kendala, lebih pada faktor psikologis,” ungkapnya.

Menurut Cak Nas, tantangan ke depan adalah membangun kekompakan serta kreativitas dalam melakukan branding situs, baik secara fisik maupun narasi sejarah.

Ia juga menyoroti pandangan yang disampaikan Irfan Kharisma terkait identitas budaya Jombang yang dikenal dengan istilah Ijo–Abang. Menurutnya, keberadaan Bung Karno memperkuat identitas tersebut.

“Jika Jombang memiliki Gus Dur sebagai simbol ‘Ijo’, maka Bung Karno mewakili ‘Abang’. Keduanya adalah presiden Indonesia dan sama-sama lahir di Jombang,” jelas Cak Nas.

Berdasarkan berbagai sumber tertulis dan cerita lisan yang dihimpun oleh TACB Jombang serta penelusur sejarah lokal, disimpulkan bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902.

Sebagai tindak lanjut, pada tahun 2024 lalu, TACB Jombang telah mengeluarkan rekomendasi resmi agar Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso ditetapkan sebagai cagar budaya.

Berita Terkait