Ciptakan Transisi Menyenangkan

SMPN 1 Ploso Gelar MPLS Ramah Anak 2026 Tanpa Perpeloncoan

Kegiatan MPLS di SMPN 1 Ploso, Jombang. (Istimewa).
  • Whatsapp

PLOSO, KabarJombang.com – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Negeri 1 Ploso resmi menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026 ini, diikuti oleh 320 murid baru dengan mengusung konsep edukatif, kreatif, dan humanis.

Baca Juga

​Plt Kepala SMPN 1 Ploso, Wahyudi, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang khusus untuk memastikan siswa baru merasa aman, nyaman, dan bahagia di hari-hari pertama mereka bersekolah. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menghapus segala bentuk praktik senioritas atau perundungan yang sering menjadi kekhawatiran orang tua murid di masa lalu.

​”Kami ingin menjadikan hari pertama sekolah sebagai gerbang kebahagiaan tanpa trauma bagi murid baru. Fokus utama kami adalah menciptakan lingkungan yang edukatif dan menyenangkan, sehingga tidak ada lagi ruang untuk tindakan perpeloncoan, kekerasan fisik, maupun verbal,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa (14/07/2026).

​Wahyudi menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah disusun agar sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026.

Menurutnya, MPLS bukan sekadar formalitas pengenalan fisik sekolah, melainkan jembatan adaptasi yang krusial bagi siswa dalam membentuk karakter dan motivasi belajar.

​”Kami menekankan pentingnya penguatan karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, serta edukasi mengenai kesehatan mental dan literasi digital. Kami ingin murid baru SMPN 1 Ploso tumbuh dengan rasa memiliki yang kuat terhadap sekolah serta memiliki kecakapan hidup yang baik,” jelasnya.

​Dalam pelaksanaannya, panitia sekolah memberlakukan aturan ketat terkait tata tertib. Seluruh aktivitas ditangani langsung oleh guru dan tenaga kependidikan, sementara keterlibatan siswa senior hanya sebagai pendamping yang ramah.

Pihak sekolah juga telah menyiapkan mekanisme pengaduan jika ditemukan indikasi pelanggaran aturan, dengan sanksi tegas bagi pihak mana pun, baik siswa pendamping maupun panitia, yang terbukti melakukan tindakan perpeloncoan atau kekerasan.

​Kegiatan yang diikuti oleh 160 murid laki-laki dan 160 murid perempuan ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari Wawasan Wiyata Mandala, pencegahan  Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), hingga asesmen awal literasi dan numerasi yang dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak.

​”Harapan kami, melalui MPLS Ramah ini, siswa baru dapat beradaptasi dengan cepat dan siap mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi,” pungkas Wahyudi.

 

 

 

Berita Terkait