10 Tempat Usaha di Mojowarno Jombang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung, Aktivitas Warga Terganggu

Foto: Tangkapan layar dari video warga yang memperlihatkan kondisi ruko di Desa Catak Gayam ketika hujan deras yang dibersamai dengan adanya angin kencang. (Wahyu/KabarJombang).
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Angin puting beliung yang melanda wilayah Kabupaten Jombang, Minggu (19/10/2025) sore, tak hanya merusak rumah warga. Di Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, sedikitnya 10 tempat usaha warga mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin kencang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jombang. Tiupan angin yang cukup kuat membuat atap beberapa kios dan warung beterbangan, serta menumbangkan papan reklame dan pohon di sekitar lokasi.

Baca Juga

Salah satu warga setempat, Sukardi (45), mengaku sebelumnya cuaca mendung disertai dengan angin kencang. Akibatnya kios dan warung mengalami kerusakan.

“Awalnya tadi angin cukup kencang disertai dengan mendung dan hujan. Dampaknya ketika angin kencang, atap-atao ruko ruko dipinggir jalan tersebut rusak,” paparnya, Senin (20/10/2025).

Selain itu, beberapa material bangunan ruko yang terkena angin sempat memenuhi jalan raya, sehingga lalulintas sempat mengalami kendala namun tidak mengakibatkan kemancetan yang parah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, membenarkan adanya kerusakan di kawasan tersebut.

“Benar, di Desa Catak Gayam ada sekitar sepuluh tempat usaha warga yang rusak ringan. Kami sudah menurunkan tim untuk membantu pembersihan dan mendata kerugian,” jelasnya.

Menurut Wiku, tim Pusdalops-PB BPBD Jombang tiba di lokasi tak lama setelah menerima laporan dari perangkat desa. Selain mendata kerusakan, tim juga membantu warga membersihkan material dan memastikan jaringan listrik aman.

Ia menambahkan, kerusakan yang dialami sebagian besar berupa atap seng terangkat, kanopi roboh, dan kerusakan ringan pada dinding kios. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang, terutama saat perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang,” tutur Wiku.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Jombang menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Jombang agar benar-benar memperhatikan kondisi perubahan cuaca.

Masyarakat mampu melaporkan setiap kejadian akibat adanya anomali cuaca kepada pemerintah desa terdekat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar memperhatikan kondisi perubahan cuaca dan melaporkan kejadian pada perangkat pemerintah terdekat, atau boleh langsung ke BPBD Jombang,” pungkasnya.

Berita Terkait