JOMBANG, KabarJombang.com – Sebuah video yang menunjukkan Mobil Siaga Desa (MSD) digunakan untuk mengangkut sound system viral di media sosial. Diketahui, mobil tersebut ternyata milik Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Secara aturan, Mobil Siaga Desa sendiri, memang diperuntukkan khusus untuk mengangkut pasien yang sakit.
Hingga berita ini ditulis, video yang diunggah di akun Facebook Kabar Jombang tersebut, telah mendapat 346 komentar, dilihat 41,3 ribu orang dan dibagikan sebanyak 13 kali.
Atas viralnya video tersebut, Kepala Desa Tanjung Wadung, Supono memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Ia menyatakan bahwa mobil MSD tersebut digunakan untuk mengangkut sound system bukan untuk keperluan komersil. Melainkan untuk kegiatan sosial warga.
“Jadi mobil MSD yang digunakan untuk mengangkut sound system tersebut, adalah untuk kegiatan sosial warga, seperti kegiatan Al Banjar, dari mushalla ke mushalla, kegiatan keagamaan lainnya. Bukan untuk hal komersil seperti yang viral di medsos,” ujar Supono, Kepala Desa Tanjung Wadung, saat dikonfirmasi melalui jaringan seluler.
Ia juga menegaskan bahwa, saat Mobil Siaga Desa tidak sedang digunakan untuk kebutuhan warga. “Jadi memang pas mobilnya nganggur, tidak dipakai untuk membawa pasien atau yang lainnya,” pungkasnya.
Namun perlu diketahui, menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, setiap aset desa harus digunakan sesuai peruntukannya dan tidak boleh dipindahtangankan atau dimanfaatkan di luar fungsi yang telah ditetapkan. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana jika terbukti merugikan keuangan desa.









