Yeyen, Korban Tenggelam yang Tewas di Sungai, Diduga Akibat Pengeroyokan

Jenazah korban saat diidentifikasi petugas medis. (FOTO: AAN)

KABARJOMBANG.COM – Yeyen Siswanto (28), warga Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, yang ditemukan tewas di Sungai Brantas Gedeg, Mojokerto, diduga akibat pengroyokan yang dilakukan rekan pacar korban.

Hal ini seperti diungkapkan Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat, Rabu (19/4/2017). Menurutnya, saat itu pada Sabtu (15/4/2017) malam, korban menjemput Daun (15) (nama samaran, red) di rumahnya yang berada di Desa Jombatan Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang. Saat itu juga, korban mengajak Daun pergi dari rumahnya untuk jalan-jalan, tanpa pamit orang tuanya.

Orang tua Daun yang mengetahui anaknya tak berada di rumah, merasakan kegelisahan akibat anak gadisnya pergi tanpa pamit. Setelah mencari informasi, orang tua Daun mengetahui bahwa anaknya pergi bersama Yeyen (korban). Tahu anaknya dibawa pergi oleh korban tanpa pamit, orang tua Daun mengumpulkan warga sekitar untuk menangkap pacar anaknya.

“Setelah ditunggu lama, pukul 03.00 WIB pada Minggu (16/4/2017), akhirnya korban bersama pacarnya pulang menuju kediaman. Nah, disitulah beberapa warga yang sudah menunggu ingin menangkap korban untuk dimintai pertanggungjawaban oleh orang tua pacar korban,” terang Norman.

Takut karena dikejar warga sekitar, korban melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya. Saat itu, lanjut Norman, sebanyak 6 warga dengan menggunakan 3 sepeda motor ikut mengejar korban yang lari menuju sungai Brantas.

“Saat dikejar, korban sempat terjatuh dari kendaraannya dan melarikan diri dengan berlari. Warga yang terus mengejar, membuat korban ketakutan dan nekad menceburkan diri ke sungai,” terangnya.

Meski begitu, dari hasil penyidikan sementara diketahui saat dalam proses pengejaran terhadap korban, para warga sekitar sempat terjadi kekerasan dengan beberapa alat seperti bambu dan juga sandal.

“Diduga bambu tersebut sempat digunakan untuk melakukan kekerasan kepada korban. Tetapi kita masih menunggu hasil visum yang kita kirimkan ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Beberapa alat bukti dan saksi hingga kini masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian. “Bambu dengan panjang sekitar 5 meter dan sandal, kita amankan di Mapolres. Selain itu, sebanyak 15 orang yang diduga ikut dalam pengejaran terhadap korban juga masih kita periksa,” pungkas Norman.

Sekedar diketahui, Yeyen Siswanto (28) warga Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas Desa Pagerluyung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Senin (17/4/2017) malam. (aan/kj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here