Wisata Dikelola Pemdes di Jombang, Jadi Prioritas Fasilitasi DPRD Jatim

Lokasi wisata sejarah (heritage) Sendang Made, di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang.
  • Whatsapp

KUDU, KabarJombang.com – Wisata Sendang Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, dijanjikan akan dipercantik dan ditambahi fasilitas. Janji ini diungkap Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Aik, saat menghadiri gelar produk UMKM dan promosi wisata desa, di tempat wisata sejarah ini, Minggu (11/10/2020).

Tak hanya Sendang Made, sejumlah lokasi wisata di Jombang dan Mojokerto, bakal didukung untuk dikembangkan. Seperti, wisata Sumber Biru di Wonosalam Jombang, wisata sejarah Mbah Jabung di Jabung, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga

“Yang diprioritaskan adalah lokasi wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Desa (Pemdes), bukan perorangan,” kata wakil rakyat Provinsi yang berangkat dari Dapil Jatim 10 (Jombang, Mojokerto) ini KabarJombang.com, Minggu (11/10/2020).

Program penguatan wisata tersebut, lanjut Gus Aik, merupakan upaya Komisi B DPRD Jawa Timur dalan rangka menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Wisata. Menurutnya, penguatan ini sesuai kebutuhan pengelola wisata terkait. Seperti fasilitasi manajemen wisata, bantuan promosi, dan sarana penunjang untuk menambah ikon wisata, sehingga menambah daya tarik pengunjung.

“Program yang kami upayakan tersebut, seperti yang dipaparkan Kepala Desa Made, pada 30 September lalu, ketika komisi B sedang melakukan kunjungan dalam rangka mencari masukan terkait penyusunan Raperda Wisata,” ungkapnya.

Sementara kegiatan gelar produk UMKM di Sendang Made, menurut Gus Aik, merupakan hasil karya atau produk warga desa di wilayah Kecamatan Kudu. Selain produk UMKM, promosi wisata desa juga lebih diperkenalkan dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini tidak hanya gelar produk, tapi juga pengenalan wisata desa Sendang Made yang merupakan wisata sejarah. Serta wisata desa lain di wilayah Kecamatan Kudu,” sambungnya.

Gus Aik menegaskan akan berupaya maksimal untuk mengusulkan dan mengawal program tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Asalkan itu dampaknya dirasakan masyarakat, dan menunjang perekonomian warga sekitar. Karena semuanya pasti tahu, ketika sebuah wisata desa dikelola dengan manajemen baik, sirkulasi keuangan dikelola pengurus di bawah naungan Pemdes, saya yakin perekonomian masyarakat juga akan terbantu,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait