Uang Dianggap Bisa Jadi Sarana Penyebaran Virus, Aplikasi Belanja Online Dilaunching di Jombang

Proses launching di Pendopo Kabupaten Jombang. (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Bak jamur tumbuh di musim hujan, pembuatan aplikasi berbasis online mulai tumbuh subur di Kabupaten Jombang, selama masa Covid-19 belum berakhir. Salah satunya pada Rabu (23/9/2020) tadi, dilaunching aplikasi belanja online bernama Blonjo (Beli Produk Online Njombang).

Aplikasi transaksi non tunai alias elektronik ini, merupakan “besutan” Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM setempat, bekerjasama dengan pihak perbankan yakni Bank Indonesia (BI) dan Bank Jatim.

Baca Juga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad J mengatakan, program tersebut sudah digencarkan pihaknya sejak tiga tahun lalu. Pihaknya juga mengklaim, banyak masyarakat yang sudah mulai mengikuti transaksi non tunai, dengan mulai meninggalkan transaksi tunai.

“Transaksi tunai rawan virus Covid-19. Karena virus bisa menempel pada uang. Sehingga ini yang kami antisipasi,” tuturnya, Rabu (23/9/2020)

Dikatakannya, aplikasi Blonjo merupakan sebuah inovasi pemasaran produk-produk UMKM di Kabupaten Jombang, berbentuk seperti marketplace. Di dalamnya, terdapat produk-produk usaha milik masyarakat Jombang.

Dan aplikasi Blonjo di Kabupaten Jombang, lanjut Difi Ahmad, diharapkan menjadi role model (percontohan) bagi daerah lain. Yakni memulai penggunaaan transaksi non tunai dalam berbelanja.

“Saya berharap, Jombang akan menjadi role model untuk daerah lain untuk elektronifikasi transaksi. Dan saya kira ini adalah program fenomenal yang patut dicontoh daerah lain,” jelasnya.

Sementara Bupati Jombang Mudjidah Wahab mendukung adanya sistem transaksi elektronifikasi bernama Blonjo. Menurutnya, hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Untuk menghadapi Covid-19 dengan seperti ini, saya kira manfaatnya akan baik sekali guna mengurangi penularan. Sebenarnya dari dulu juga kita sudah melakukan hal ini seperti bayar pajak, perijinan, dan pengurusan yang berbasis online,” kata Mundjidah.

INSTAGRAM

Berita Terkait