Seblak Makanan Khas Bandung, Digandrungi Remaja Jombang

Gerobak seblak Sukarno dan pembelinya di Tambak Beras,  Jombang.  (Foto : DianaKN)  
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Seblak adalah makanan khas dari Bandung, Jawa Barat, yang kini merambah ke daerah lain termasuk Jombang. Meski pandemi masih ada, tak menyurutkan para remaja di Jombang untuk membeli seblak kuah pedas yang menjadi favorit mereka.

Seblak adalah makanan sedikit berkuah dengan bumbunya yang khas adalah cikur (kencur) dalam bahasa sunda. Ditambah bawang putih dan beberapa bumbu lain sebagai penambah citarasa.

Baca Juga

Selain itu, isian dari seblak juga bermacam-macam pilihan. Mulai dari mie, kerupuk, jamur, ceker, baso, sayur dan lain-lain yang disesuaikan dengan selera. Menjadi salah satu yang digandrungi remaja saat ini karena bisa menyesuaikan level pedas yang mereka inginkan.

Tidak heran jika para remaja yang sangat menyukai pedas akan menggandrungi makanan satu ini dengan kuah yang memerah.

Ditemui di Tambak Beras Jombang, salah satu penjual seblak Sukarno (33) mengaku, awal berjualan seblak karena mendapat inspirasi dari temannya yang berasal dari Bandung.

“Awal jualan sekitar tahun 2017, dikasih tau teman yang dari Bandung tentang seblak. Saya dikasih tau cara membuatnya setelah itu saya belajar lagi dari internet yang kira-kira resepnya pas sama lidah orang sini, “ujarSukarno pada KabarJombang.com Sabtu (22/8/2020).

Sukarno mengaku dalam sehari bisa menjual 150 sampai 200 porsi. Sementara harganya sebesar Rp 5.000 sampai Rp 7.000 setiap porsinya.  Sukarno berjualan dengan gerobak yang mulai dibuka pukul 09.00 sampai 14.00 WIB.

“Saat ini pondok pesantren belum beraktifitas seperti biasa, tapi alhamdulillah masih ramai. Biasanya buka sampai tiga gerobak tapi, karena anak pondok belum aktifitas semua ya dua gerobak saja dulu, ” jelasnya.

Terkait dengan pandemi, dirinya merasa tidak terkendala dengan hal itu karena seblaknya masih laku terus. Bahkan jika ramai sebelum pukul 14.00 WIB sudah habis.

“Gak ada kendala kok gara-gara corona, masih ramai anak-anak beli seblak. Ya Alhamdulillah, “pungkasnya.

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait