Baru Musim Panen, Durian Wonosalam Mulai Digemari Meski Harga Tak Murah

Suparto saat ditemui di lapak durian yang dijualnya di sepanjang jalan Wahab Hasbullah Jombang. Minggu (10/1/2021) (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pedagang durian, mulai menampakkan geliatnya di Kabupaten. Hanya saja, harga buah berduri tajam ini, masih cukup mahal. Maklum, ini seiring dengan masa panen durian Wonosalam dua minggu terakhir.

Suparto (56) warga asal Kandangan, Kabupaten Kediri membenarkan, harga durian Wonosal masih terbilang mahal, karena masih baru memasuki masa panen.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

“Baru musim panen dua mingguan ini, masih mahal harganya,” tuturnya, Minggu (10/1/2021), disela-sela ia menunggu pembeli durian yang dijualnya di Jalan KH Wahab Hasbullah, Tambakrejo, Jombang.

Suparto mengatakan, harga paling murah durian Wonosalam yang dijualnya yakni Rp 40 ribu. Berbagai ukuran buah durian ia bawa dan dijajakan bersama mobil pikap-nya. Dikatakannya, harga durian dengan ukuran sedang sampai yang terbesar, disesuaikan dan sepantasnya.

“Kulakannya juga belum gampang, jadi yang dijual mulai Rp 40 ribu sampai yang paling besar dihargai sepantasnya saja, karena kan nggak bisa pukul rata, semuanya tergantung besar kecilnya,” katanya.

Suparto mengaku berjualan durian sejak tahun 1986, dan konsisten hanya berjualan buah durian. Selam itu, ia kulakan durian dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jualan dari tahun 86 an, jualannya ya sama durian terus. Ambilnya juga darimana-mana, ini kebetulan ambil (kulakan)-nya di Wonosalam karena musim panennya dari nulan ini (Januari) sampai bulan lima (Mei) nanti,” ungkapnya.

Mengenai rasa durian Wonosalam, menurutnya mempunyai citarasa berbeda dibanding durian lainnya. “Kalau durian Wonosalam bisa dibedakan rasanya, yang biasa makan durian pasti tahu cirinya, manis pahit rasanya pasti ketebak,” ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, Suparto mengalami penurunan penjualan karena cenderung sepi pembeli.

“Sepi, nggak kayak dulu sebelum Corona. Ini aja sepi nggak kayak dulu. Pokoknya selama Corona hampir satu tahun ini turun omzetnya beda pokoknya,” pungkasnya.

Berita Terkait