Asli Endul Onde-onde Ubi Ungu Bu Siblon Jombang, Nggak Incip Rugi

Onde-onde Ubi Ungu yang bertempat di deratan toko stadion Jombang.
Onde-onde Ubi Ungu yang bertempat di deratan toko stadion Jombang. (dok KabarJombang.com)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Jika selama ini onde-onde identik dengan olahan beras ketan dan di balik wijen berwana putih serta lumayan molor saat digigit, kini onde-onde bisa dinikmati langsung sekali gigit tanpa molor.

Namanya, onde-one ubi ungu, hasil racikan Bu Siblon. Untuk mendapatkannya onde-onde berbahan ubi ungu ini, pembaca bisa ke lapak di antara Stadion Jombang. Lapaknya, buka saban hari setiap pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Jika petang hari onde-onde ini habis, berarti anda belum beruntung.

Baca Juga

Onde-onde ubi ungu Bu Siblon, ternyata tak sekedar jajanan gorengan biasa. Selain pembaca bisa endul alias terbuai oleh rasanya, onde-onde ini juga cocok untuk mengganjal perut saat keroncongan alias lapar. Pasalnya, bahan dasar umbi-umbian cukup mengenyangkan, sekaligus menyehatkan.

Jika ada selama di antara pembaca ada yang tidak suka makan ubi ungu secara langsung, coba saja ubi ungu hasil racikan Bu Siblon. Di sini, selan onde-onde, ada juga kelpon, kue thok, mendut, berbahan dasar sama.

Dipilihnya ubi ungu menjadi bahan dasar olahan penganan tradisional ini, karena jenis ubi madu, ubi putih, atau ubi lainnya, susah bahkan tidak bisa diolah jika tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolahnya.

Menurut Soliqah (39), karyawan Bu Siblon, onde-onde ubi ungu ini sudah berdiri sejak tahun 2014 hingga sekarang. Pangsa pasarnya, dimulai dari menitipkan di warung-warung. Lantaran berkembang cukup pesat, onde-onde Ubi Ungu ini memiliki outlite sendiri dan membuka cabang di Ploso dan Cukir.

“Alhamdulillah untuk peminatnya sudah mencapai luar pulau. Sampai ke Kalimantan dan Sumatera,” ujar Soliqah, kepada KabarJombang.com, Sabtu (5/9/2020).

Soliqah mengatakan, setiap hari memproduksi seribu biji onde-onde ubi ungu. Menurutnya, dari proses mewijeni hingga menggoreng membutukan waktu sekitar 20 menit.

Ia mengaku, seribu butir ini selalu lenyap dibungkus para penikmat onde-onde. Untuk harganya, Rp 2.500 per bijinya. Di lapaknya, juga menyediakan kemasan berbentuk box dan bertahan maksimal tiga hari.

“Untuk box kecil maksimal isi enam biji onde-onde ubi ungu, harganya Rp 15 ribu dan untuk box besar isi sepuluh biji, harganya Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, ubi ungu memiliki kendala pada tekstur dan bentuknya. Karena tiap ubi, tekstur yang didapatkan tidak sama. Paling susah diolah, teksturnya yang lembek, keras, dan bentuk ubinya kecil. Sehingga memakan banyak waktu saat mengupasnya. “Untuk bahan-bahannya didapatkan dari pasar,” pungkas Soliqah.

Sementara itu, Hasan, seorang pembeli yang saat itu memboyong beberapa box onde-onde ubi ungu mengaku membelinya sebagai oleh-oleh. “Pada dasarnya, saya memang sudah suka onde-onde, terus bahannya dari ubi ungu yang memang saya sukai,” katanya.

INSTAGRAM

Berita Terkait