Warga Binaan Lapas Jombang Rayakan Natal 2025 di Balik Jeruji Bersama Keluarga dan Tangis Air Mata

Foto : Perayaan ibadah Natal 2025 di Lapas Kelas IIB Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Suasana haru dan penuh sukacita menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang, Kamis (25/12/2025). Di balik tembok pembatas dan jeruji besi, perayaan Hari Raya Natal 2025 berlangsung khidmat, sekaligus menjadi momen istimewa bagi warga binaan beragama Nasrani yang menerima Remisi Khusus Natal.

Dengan mengusung tema ‘Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga’, perayaan Natal tahun ini menjadi pengingat akan harapan, pengampunan, dan kesempatan memperbaiki diri. Kegiatan berlangsung di aula dan gereja dalam lingkungan Lapas yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim Nomor 155, Kabupaten Jombang.

Baca Juga

Kepala Lapas Kelas IIB Jombang, Rino Soleh Sumitro, menjelaskan bahwa pada Natal 2025 ini terdapat 10 warga binaan Nasrani, namun hanya 6 orang yang berhak menerima remisi khusus karena telah berstatus narapidana. Sementara 4 lainnya masih berstatus tahanan.

“Penyerahan remisi khusus ini diberikan kepada warga binaan yang beragama Nasrani dan bertepatan dengan perayaan Hari Raya Natal. Dari 10 orang, ada 6 warga binaan yang memenuhi syarat karena sudah berstatus narapidana,” ujar Rino.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria utama bagi warga binaan yang berhak menerima remisi. Di antaranya beragama Nasrani, berkelakuan baik selama menjalani masa pidana, tidak pernah melakukan pelanggaran, serta aktif mengikuti seluruh program pembinaan di Lapas.

“Program tersebut meliputi pembinaan keagamaan, kerohanian, pelatihan keterampilan, dan kegiatan pembinaan lainnya. Selain itu, mereka minimal sudah menjalani masa pidana selama enam bulan,” tambahnya.

Adapun besaran remisi yang diberikan rata-rata berupa pengurangan masa pidana selama 1 hingga 2 bulan. Rino berharap, remisi ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus menjaga perilaku baik dan meningkatkan kedisiplinan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

“Saya menilai mereka layak direkomendasikan menerima remisi karena sikap dan tingkah lakunya sudah sesuai dengan program pembinaan yang kami berikan. Harapannya, ke depan komitmen baik ini bisa terus ditingkatkan,” tuturnya.

Perayaan Natal di dalam Lapas berlangsung penuh makna. Pantauan di lokasi, sejumlah warga binaan tampak menitikkan air mata saat mengikuti ibadah Natal. Doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk, terlebih karena mereka dapat merayakan Natal bersama keluarga tercinta di dalam Lapas.

Salah satu penerima remisi, Hendra Prasetyo (40), tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bahagia bisa merayakan Natal bersama istri, anak-anak, dan orang tuanya, meski masih berada di balik jeruji.

“Bahagia sekali. Selama ini saya kurang bisa memberikan kebahagiaan untuk keluarga. Sekarang bisa berkumpul lagi, itu sangat berarti,” ungkap Hendra.

Hendra diketahui telah menjalani masa pidana selama empat tahun empat bulan dalam salah satu kasus yang menjeratnya. Pada Natal kali ini, ia menerima remisi selama 1 bulan 15 hari.

Menurutnya, perayaan Natal di Lapas Kelas IIB Jombang terasa hangat dan penuh perhatian, meski jumlah warga binaan Nasrani tidak banyak.

“Perayaannya cukup meriah. Saya bersyukur dipertemukan dengan para pembina yang luar biasa. Kami selalu didukung dan diberi kesempatan untuk merayakan Natal seperti perayaan pada umumnya,” katanya.

Saat ditanya harapan di Natal tahun ini, Hendra menjawab singkat namun penuh makna. “Harapannya cuma satu, saya bisa cepat pulang.”

Ia juga mengungkapkan rencana ke depan jika telah bebas. “Saya diberi kesempatan untuk sekolah lagi. Saya ingin melanjutkan pendidikan di bidang pelayanan pendeta,” ucapnya penuh harap.

Menurutnya, perayaan Natal di Lapas Kelas IIB Jombang tahun ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi simbol hadirnya pembinaan yang humanis. Di tengah keterbatasan, Natal menjadi ruang bagi warga binaan untuk menemukan kembali harapan, iman, dan tekad memperbaiki diri demi keluarga dan masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait