Pesan Natal dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Jombang Serukan Makna Keluarga dan Pengharapan

Foto : Hendra Prasetyo (40), salah satu warga binaan lapas kelas II B Jombang yang menerima remisi khusus Natal. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Perayaan Natal 2025 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang tidak hanya diwarnai ibadah dan pemberian remisi, tetapi juga pesan-pesan mendalam dari warga binaan yang lahir dari proses perenungan panjang selama menjalani masa pidana.

Salah satu pesan Natal yang menyentuh datang dari Hendra Prasetyo (40), warga binaan penerima remisi khusus Natal. Dari balik jeruji besi, Hendra menyampaikan refleksi iman yang sarat makna tentang keluarga, penyesalan, dan pengharapan akan rencana Tuhan.

Baca Juga

Menurut Hendra, tema Natal tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, menjadi teguran keras sekaligus pengingat bagi dirinya.

“Natal tahun ini Tuhan kasih tema yang luar biasa. Allah datang untuk menyelamatkan keluarga. Itu teguran keras buat saya pribadi, karena dulu saya menyepelekan keluarga,” ujarnya dengan suara bergetar, Kamis (25/12/2025).

Selama lebih dari empat tahun lima bulan menjalani masa pidana, Hendra mengaku justru menemukan pelajaran hidup yang paling berharga di dalam Lapas. Ia menyadari bahwa keluarga adalah satu-satunya harta yang tidak pernah meninggalkannya.

“Satu-satunya milik saya adalah keluarga. Satu-satunya karunia dari Tuhan adalah papa, mama, istri, dan anak-anak saya. Sampai hari ini mereka memberi dukungan yang luar biasa,” katanya.

Hendra mengungkapkan rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yesus atas kekuatan yang ia terima melalui keluarganya, terutama di saat-saat sulit ketika rasa takut dan kekhawatiran datang silih berganti.

“Setiap saya ketakutan, setiap saya dihantam kekhawatiran, Tuhan selalu bilang, tenang, ada aku,” tuturnya.

Tak hanya untuk dirinya sendiri, Hendra juga menyampaikan pesan penguatan bagi sesama warga binaan, khususnya mereka yang baru pertama kali menjalani kehidupan di balik jeruji.

“Untuk rekan-rekan saya yang baru datang, yang baru masuk di sekolah kehidupan ini, Tuhan katakan tenang. Karena Tuhan mau berbuat sesuatu dalam hidup kita,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa masa pidana bukan akhir segalanya, melainkan sebuah proses pembentukan hidup.

“Kita diproses supaya sesuai dengan apa yang Tuhan mau, bukan apa yang kita mau,” pungkas Hendra.

Pesan Natal dari balik jeruji ini menjadi potret lain dari wajah pembinaan di Lapas Kelas IIB Jombang. Di tengah keterbatasan ruang dan kebebasan, warga binaan justru menemukan kembali makna iman, keluarga, dan harapan. Natal pun hadir bukan sekadar perayaan, melainkan momentum perubahan dan kebangkitan batin.

Berita Terkait