JOMBANG, KabarJombang.com – Pemerhati budaya dan sejarah asal Jombang, Arif Yulianto, menilai langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam memulangkan puluhan ribu benda cagar budaya dari luar negeri sebagai upaya penting dalam memperkuat jati diri bangsa. Ia pun mendorong agar kepala daerah di seluruh Indonesia menjadikan hal tersebut sebagai inspirasi dalam pelestarian sejarah lokal.
Cak Arif sapaan akrabnya, menyebut bahwa keberhasilan Presiden Prabowo membawa pulang sekitar 30 ribu artefak dari Belanda merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam merawat warisan leluhur.
“Presiden telah menunjukkan komitmen serius dalam menjaga warisan budaya. Ini bukan sekadar simbolik, tapi kerja konkret,” kata Cak Arif, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Cak Arif menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam pelestarian sejarah. Menurutnya, jika komitmen yang sama dimiliki oleh para pemimpin daerah, maka upaya pelestarian sejarah dan budaya di tingkat lokal akan jauh lebih optimal.
“Kepala daerah harus meniru semangat dan konsistensi Presiden dalam urusan sejarah. Setiap daerah punya cerita dan peninggalan berharga yang perlu dijaga,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berhasil membawa kembali ke tanah air lebih dari 30 ribu artefak, fosil, dan dokumen bersejarah milik Indonesia yang selama ini disimpan di Belanda. Proses pemulangan benda-benda tersebut terjadi setelah kunjungan kenegaraan Prabowo ke Belanda usai menghadiri sidang umum PBB di New York.
Langkah ini disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk pemerhati budaya seperti Cak Arif, yang berharap agar momentum ini menjadi awal kebangkitan kepedulian nasional terhadap sejarah bangsa sendiri.









