Detail dan Keindahan Kaligrafi Karya Santri Jombang Pukau Pengunjung Festival

  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Deretan karya kaligrafi para santri memukau pengunjung dalam Pameran dan Festival Kaligrafi Islam 2025 yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang melalui Pesantren Kaligrafi SAKAL bekerja sama dengan PC JQH NU Jombang, Rabu (22/10/2025) di Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang (MINHA).

Lebih dari 50 karya kaligrafi dipamerkan, menampilkan keindahan seni tulis Arab dengan beragam gaya dan teknik khas pesantren. Setiap karya menggambarkan perpaduan antara ketekunan, estetika, dan nilai dakwah Islam yang hidup di lingkungan pesantren.

Baca Juga

Salah satu peserta pameran, Masrur Musyafa’ Wahyudin, menampilkan dua karya bertema Khod Diwani. Menurutnya, tema tersebut memiliki gaya tulisan yang elegan.

“Saya memilih Diwani karena gaya tulisnya elegan dan punya nilai estetika tinggi. Karya pertama saya mengambil Hadits Arbain Nawawi nomor 6 tentang halal dan haram, sementara karya kedua menulis Surat Ar-Rahman ayat 46–53,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, karya bertema hadits tersebut pernah mengantarkannya meraih juara pertama lomba kaligrafi tingkat Jawa Timur di Malang.

Dalam proses penciptaan, para santri menggunakan kertas muqohar yang diberi lapisan tawas, putih telur, dan tepung maizena agar lebih kuat.

Sedangkan alat tulisnya berasal dari bahan alami seperti bambu, handang, atau lidi aren yang diraut sesuai kebutuhan.

Menurutnya, tantangan utama dalam kaligrafi bukan sekadar soal teknik, tetapi bagaimana menjaga konsistensi dan istiqamah dalam berlatih.

“Sebenarnya yang sulit adalah menjaga kedisiplinan dan konsisten dalam menulis kaligrafi,” paparnya.

Keindahan karya para santri ini mendapat apresiasi dari para pengunjung, salah satunya Riris Aprilia (18), mahasiswi Prodi Desain Universitas PGRI Jombang. Ia mengaku kagum dengan hasil karya yang dipamerkan.

“Karya-karyanya bagus-bagus, apalagi dengan detail-detailnya luar biasa sekali. Mungkin orang awam seperti kita itu susah bikinnya,” ujarnya.

Menurutnya, pameran ini memberi inspirasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kreativitas melalui seni kaligrafi. Ia berharap kegiatan semacam ini terus digelar agar masyarakat semakin mengenal kaligrafi Islam sebagai karya seni yang indah dan bermakna.

Berita Terkait