JOMBANG, KabarJombang – Peringatan Hari Pahlawan tidak harus selalu diwujudkan dengan upacara dan pidato. Bagi Mohamad Akhyak, pelukis pasir asal Jombang sekaligus guru seni budaya di MAN 3 Jombang, mengenang jasa pahlawan bisa dilakukan dengan cara kreatif sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.
Melalui butiran pasir, ia menghidupkan kembali semangat perjuangan para tokoh bangsa dengan sentuhan seni dan nilai spiritual.
Melalui latar dunia pesantren dan pendidikan, Akhyak menghadirkan karya yang memanggil kembali tokoh-tokoh perjuangan bangsa, dengan media guratan pasir yang lembut.
“Saya ingin anak-anak bangsa bangga pada sejarahnya. Dan mereka bisa menunjukkan kecintaan itu lewat karya, apa pun itu bentuknya,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia melukis figur-figur pahlawan nasional dan tokoh perjuangan dari Jombang serta Jawa Timur, di antaranya KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Jenderal Sudirman, KH. Wachid Hasyim, hingga seniman perlawanan seperti Cak Durasim dan Cak Asmuni.
Pemilihan tokoh-tokoh tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, perjuangan tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga melalui pendidikan, seni, dan ruang budaya yang dekat dengan santri serta para pelajar.
Melalui karya seni pasirnya, ia berupaya menyalakan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda, sekaligus mengajak santri, pelajar, dan seniman untuk terus berkarya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
“Bila kita mencintai pahlawan, maka lanjutkan perjuangannya dengan karya,” tuturnya.
Menurutnya, santri bisa memperingati perjuangan lewat syair dan dakwah. Sedangkan, pelajar melalui drama, musik, atau puisi, sementara seniman dapat menghidupkan nilai perjuangan melalui karya visual.
Seni bukan hanya sekadar ekspresi, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang membumi serta membangkitkan rasa cinta tanah air.
Sebagai Kota Santri, Jombang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan. Dari kota ini lahir banyak tokoh nasional yang turut menuntun bangsa menuju kebebasan. Melalui karya-karyanya, Akhyak berupaya menjaga semangat itu tetap hidup.
Ia bahkan merencanakan seri lukisan pasir bertema pahlawan dari berbagai daerah di Nusantara sebagai wujud dedikasinya terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Baginya, setiap guratan pasir bukan sekadar karya visual, tetapi juga ungkapan doa dan penghormatan bagi para pahlawan.
“Semoga perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam hati generasi bangsa, dan menjadi cahaya yang menuntun mereka mencintai negeri ini dengan karya,” pungkasnya.









