Akademisi Unipdu: Situs Bung Karno di Ploso Jombang Berpotensi Jadi Motor Ekonomi Wisata Sejarah

Foto: Dina Eka Shofiana, dosen Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis, Bahasa, dan Pendidikan Unipdu Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Keberadaan situs Bung Karno di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat berbasis wisata sejarah. Hal tersebut disampaikan akademisi Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Dina Eka Shofiana.

Dina yang merupakan dosen Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis, Bahasa, dan Pendidikan Unipdu Jombang menjelaskan, situs yang terletak di Desa Rejoagung itu diyakini sebagai lokasi kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Nilai historis yang melekat pada situs tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata sekaligus perekonomian lokal.

Baca Juga

“Jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan, situs Bung Karno di Ploso dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata sejarah dan edukasi,” ujar Dina saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Ia menuturkan, meningkatnya kunjungan wisatawan akan membuka peluang tumbuhnya berbagai usaha berbasis masyarakat. Mulai dari kuliner khas daerah, penjualan cendera mata bertema sejarah, jasa pemandu wisata, hingga penyediaan homestay bagi pengunjung.

“Dampaknya tentu sangat luas, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru hingga meningkatnya pendapatan masyarakat setempat,” jelasnya.

Sebagai contoh, Dina menyebutkan praktik kolaborasi yang telah dilakukan UPT Kewirausahaan Unipdu Jombang bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang. Melalui kerja sama tersebut, bahan lokal berupa pandan yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai tikar, kini berhasil dikembangkan menjadi produk suvenir khas daerah bernilai jual.

Selain mendorong pertumbuhan UMKM, aktivitas wisata juga berpotensi meningkatkan pendapatan desa dan daerah melalui sektor pajak serta retribusi. Peningkatan ekonomi tersebut, lanjut Dina, dapat berdampak pada perbaikan infrastruktur dan kualitas pelayanan publik.

Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jombang yang telah memfasilitasi legalitas usaha pelaku UMKM di sekitar situs, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Tidak hanya berdampak secara ekonomi, Dina menilai keberadaan situs Bung Karno di Ploso juga memiliki nilai sosial dan edukatif yang kuat. Masyarakat lokal dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah, sementara situs tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Dina mengusulkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya promosi wisata terpadu melalui media digital dan penyelenggaraan event budaya, pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan, serta penyediaan informasi sejarah yang akurat melalui pemandu wisata terlatih.

Ia juga menekankan pentingnya penetapan resmi situs Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya agar memiliki kekuatan hukum dan pengakuan nasional. Selain itu, peningkatan infrastruktur penunjang seperti akses jalan, papan informasi, area parkir, dan fasilitas umum dinilai sangat mendesak.

“Dengan perencanaan yang matang serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, situs Bung Karno di Ploso berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi berbasis wisata sejarah sekaligus menjaga warisan sejarah bangsa,” pungkasnya.

Berita Terkait