Sebelum Meninggal, Kuncoro Diajak Bertanding Silat Para Pelaku

Petugas saat memeriksa jasad korban di rumah milik Adi Wahy. (Foto: Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kasus pengeroyokan  akibat atribut perguruan silat yang menyebabkan korban Slamet Kucoro (22) meninggal mulai terungkap. Tiga pelaku berhasil diringkus Satreskrim Polres Jombang.

Mereka yang tetangga korban sendiri, diantaranya adalah Fat (20), An (20) dan Gen (20). Ketiganya dibekuk tak lama setelah korban dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho menuturkan, motif pengeroyokan yang menyebabkan Kuncoro meninggal, diduga karena rasa sakit hati. Pasalnya,  pelaku  mengetahui korban mengenakan kaos beratribut perguruan silat Kera Saksi, yang diunggah korban di medsos.

Kapolres membenarkan, tiga pelaku merupakan anggota perguruan silat Kera Sakti. Mereka lantas menjemput korban pada malam tahun baru lalu dan mengajak korban bertanding silat di Dusun Bulak, Desa Mojokrapak.

Di Bulak, pemuda asal Dusun Besuk Agung, Desa Sumberagung, Peterongan ini dikeroyok  para pelaku sehingga mengalami luka-luka dan meninggal dunia.

“Benar, jadi salah satu dari pelaku ada yang mengetahui korban ini bukan merupakan anggota kera sakti, tiga pelaku anggota Kerasakti. Kemudian korban dijemput diajak bertanding di Dusun Bulak, Mojokrapak, sekitar jam 23.30 WIB. Selanjutnya diantar  pukul 01.00 WIB di rumah tetangganya (Adi Wahyu), kemudian meninggal dunia subuh,” terangnya.

Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi jenazah korban yang berlangsung pada Jumat (1/1/2021).

Sebelumnya, Jumat pagi, Slamet Kuncoro (22) ditemukan meninggal dunia di rumah milik Adi Wahyu (19) teman sekaligus tetangga korban.

Melihat hal itu, Adi Wahyu lantas melapor kepada perangkat desa dan diteruskan kepada polisi. Belakangan terungkap, korban meninggal dunia akibat dikeroyok oleh tiga pelaku tersebut.

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait