Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadan

Ilustrasi. (Ilustrasi).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Salat tarawih adalah salah satu salat sunah yang pelaksanaannya hanya digelar pada bulan Ramadan saja. Tidak seperti beberapa salat-salat sunnah lainnya yang bisa dilangsungkan setiap hari sepanjang tahun, salat tarawih ini memang memiliki keutamaan tersendiri.

Tata Cara Salat Tarawih

Baca Juga

Terdapat dua pendapat pengerjaan salat tarawih, yaitu tarawih 8 rakaat dan 20 rakaat. Salat tarawih 8 rakaat ini dapat dilakukan dengan formasi 4 rakaat sekali salam, atau 2 rakaat sekali salam. Sementara itu, salat tarawih 20 rakaat dikerjakan dengan 2 rakaat demi 2 rakaat.

Dalil salat tarawih 8 rakaat adalah riwayat dari jalur Aisyah, Nabi tidak pernah melakukan salat sunnah pada bulan Ramadan dan bulan lainnya lebih dari 11 rakaat.

“Beliau salat 4 rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau salat lagi 4 rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat 3 rakaat” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dalil salat tarawih 20 rakaat adalah riwayat dari tabiin Yazid bin Ruman, “Manusia senantiasa melaksanakan salat pada masa Umar di bulan Ramadan sebanyak 23 rakaat (yaitu 20 rakaat tarawih, ditambah 3 rakaat witir).”

Keutamaan Salat Tarawih

Salat tarawih memiliki beberapa keutamaan. Yang pertama, umat Islam yang mengerjakannya akan diampuni terkait dosa masa lalu. Yang kedua, salat tarawih adalah salat sunnah yang juga dikerjakan oleh Nabi Muhammad semasa hidup beliau.

Yang ketiga, yang mengerjakan salat tarawih berjamaah akan mendapatkan pahala seperti mengerjakan salat semalam suntuk. Yang keempat, salat tarawih yang dikerjakan pada malam lailatulkadar akan membuat dosa-dosa pelakunya diampuni Allah SWT.

Diampuni Dosa Terdahulu

Diriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhn seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau,” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Mengenai dosa yang dimaksud dalam hadis di atas, terjadi perbedaan pandangan di kalangan ulama.

Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli dalam buku Nihayah al-Muhtaj seperti dilansir laman NU Online, mengungkapkan, menurut Al-Imam al-Haramain (‘Abdul Malik bin ‘Abdillah bin Yusuf atau Al-Juwaini) yang dimaksud tersebut adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar.

Sementara itu, bagi Ibnu al-Mundzir, hadis tersebut adalah perkataan umum, dengan harapan diampuninya seluruh dosa-dosa orang yang menggelar salat tarawih, baik yang termasuk dosa kecil maupun dosa yang besar.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, melaksanakan salat tarawih tetap menjadi kesunnahan.

Dilakukan Rasulullah

Keutamaan lainnya adalah salat tarawih ini juga dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw. Seperti dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, diriwayatkan dari Ibnu Syihab, Urwah menyampaikan kepadanya bahwa Aisyah telah melaporkan jika Rasulullah pada suatu malam (pada bulan Ramadan) berangkat ke masjid dan mendirikan salat di sana. Kemudian orang banyak mengikuti beliau.

Keesokan harinya orang bercerita tentang salat Rasulullah itu sehingga jamaah semakin banyak. Keesokan harinya orang juga bercerita lagi sehingga pada malam keempat jamaah tidak lagi tertampung di masjid.

Paginya, setelah selesai salat Subuh, Nabi berkata, “amma ba’du. Sesungguhnya aku tahu kemampuan kalian. Akan tetapi aku ragu bila salat tarawih itu diwajibkan atas kalian, dan kalian tidak mengerjakannya,” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Meskipun salat tarawih adalah amalan sunnah, dan tidak wajib, salat tersebut memiliki keistimewaan tersendiri bagi Nabi Muhammad lantaran beliau mengerjakannya. Oleh karenanya sudah seyogianya umat Islam juga melaksanakan salat tersebut.

Salat Tarawih Berjamaah Seperti Salat Semalam Penuh

Diriwayatkan dari jalur Abu Dzar, Nabi bersabda, “Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi).

Hadis ini menjadi dasar pengerjaan salat tarawih secara berjamaah. Dalam masa pandemi virus Corona (Covid-19), ketika di daerah rawan, ada kekhawatiran tertular virus jika beribadah di masjid, salat tarawih dapat dikerjakan di rumah sekaligus mempererat kehangatan keluarga.

Salat Tarawih pada Lailatulqadar

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa qiyam pada lailatul qadar dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka akan diampuni semua dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kapan Lailatulqadar adalah rahasia Allah. Seorang muslim ketika tiba bulan Ramadan, dianjurkan untuk meningkatkan ibadahnya. Terutama dalam 10 hari terakhir bulan tersebut, kala lailatulqadar datang. Diriwayatkan, Aisyah menuturkan, “Ketika memasuki 10 akhir Ramadan, Nabi mengencangkan sarung, mengisi malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah” (H.R. al-Bukhari).

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait