Porsi Banyak Bumbu Gurih, Gado-gado di Jombang ini Bikin Ketagihan

Satu porsi gado-gado racikan Bu Khoiriyah, Jalan Hayam Wuruk Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Gado-gado merupakan penganan khas Indonesia berupa olahan sayuran yang direbus dicampur jadi satu. Di Kabupaten Jombang, ada salah satu warung gado-gado yang cocok menjadi referensi kuliner-an. Pemiliknya, bernama Bu Khoiriyah.

Seporsi gado-gado ini cukup banyak dan tentu bikin kenyang. Enaknya lagi, bumbu kacangnya yang gurih dan kental, memberikan citra rasa yang lezat. Nah, di Jalan Hayam Wuruk Jombang ini, anda wajib mencoba gado-gado ini.

Baca Juga

Tahun 1980-an, Khoiriyah merintis usaha kulinernya, dengan menjual berbagai makanan. Berjalannya waktu, menu gado-gado menjadi incaran para pembeli.

“Dibanding puluhan tahun lalu, jualan makanan di sini tidak seberapa menghabiskan banyak. Karena dulu di sini banyak mahasiswa Undar yang jadi langganan. Tapi, sejak tidak didominasi mahasiswa lagi, kini yang jadi langganan makan gado-gado di sini cukup banyak, bahkan dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Harga satu porsi gado-gado yakni Rp 12 ribu. Jika makan di warung tersebut, penikmat gado-gado dipersilakan mengambil kerupuk sepuasnya. Satu piring gado-gado Khoiriyah, lengkap dengan sayuran matang, mulai dari wortel, kentang, selada, tomat, kubis, dan kecambah. Ada pula tahu, tempe, telur, serta taburan bawang goreng untuk menambah gurih.

“Yang membedakan gado-gado di sini dengan lainnya, kata pelanggan sih karena lengkap. Mulai sayur dan lauknya itu,” ucapnya.

Untuk bumbu gado-gado, kata Khoiriyah, merupakan hasil racikannya sendiri dengan rempah rempah pilihan. Bahkan, gado-gado Khoiriyah ini juga kerap dipesan untuk konsumsi acara-acara, baik tetangga maupun langganannya.

“Untuk pembeli lumayan, ada yang dari Jombang dan luar Jombang seperti Mojokerto, Surabaya, Malang. Kalau yang dari luar Jombang itu memang sudah langganan. Untuk pembeli biasanya juga ada pesanan, biasanya dari perkantoran, dasawisma dan lain sebagainya,” tuturnya.

Warung yang berada di depan rumahnya ini, buka setiap hari mulai dari pagi hingga sore. “Bukanya pagi jam 8 sampai sore. Tapi kalau jam setengah dua sudah habis, ya tutup,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait