Program Unggulan Bupati di Jombang Tersendat, Insentif RT/RW Tak Kunjung Cair

Foto: Ilustrasi karikatur menggambarkan keresahan RT/RW di Jombang terkait insentif Program Desa Mantra yang belum cair, dengan simbol dana insentif terkunci dan sorotan ke Kantor Pemkab Jombang. (AI)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera untuk Semua) yang digagas Pemerintah Kabupaten Jombang untuk periode 2025–2026 mulai menuai sorotan. Program unggulan Bupati Jombang ini diklaim sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran RT/RW, pembangunan infrastruktur desa, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut, setiap desa disebut menerima alokasi anggaran sekitar Rp300 juta hingga Rp600 juta. Dana itu mencakup insentif RT/RW, bantuan operasional, dukungan sarana wirausaha, serta perbaikan jalan desa.

Baca Juga

Namun, memasuki pekan kedua Ramadan 2026, insentif RT/RW yang menjadi salah satu komponen utama program itu belum juga terealisasi. Padahal, insentif sebesar Rp5 juta per RT/RW per tahun sangat dinantikan para pengurus lingkungan. Rinciannya, Rp1,8 juta untuk tunjangan tahunan dan Rp3,2 juta untuk operasional serta kegiatan.

Seorang narasumber berinisial P yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, banyak pengurus RT/RW mempertanyakan kepastian pencairan dana tersebut.

“Banyak RT/RW menunggu program baru Bupati Jombang terkait insentif anggaran RT/RW, tapi sampai sekarang belum juga cair. Menjelang Lebaran, ini sangat ditunggu,” ujarnya kepada KabarJombang.com.

Ia menjelaskan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika insentif RT/RW dianggarkan melalui APBDes masing-masing desa, mulai 2025–2026 pendanaannya ditopang pemerintah kabupaten melalui Program Desa Mantra. Perubahan skema inilah yang dinilai memunculkan keresahan di tingkat bawah.

“Biasanya tunjangan diberikan menjelang Idul Fitri atau maksimal satu minggu sebelumnya. Sekarang sudah mendekati Lebaran, tapi belum ada tanda-tanda penyaluran,” tambahnya.

Menurutnya, sebagai program strategis sekaligus bagian dari janji kepala daerah terpilih, pelaksanaan Desa Mantra semestinya mendapat perhatian serius, terutama dalam hal ketepatan waktu pencairan.

Sementara itu, Kepala Desa Banjardowo, Samsudin Arief, saat dikonfirmasi mengaku belum menerima pencairan anggaran insentif RT/RW di wilayahnya.

“Belum cair, masih menunggu. Entah kapan, saya juga kurang tahu. Nanti langsung masuk ke rekening masing-masing RT/RW,” ujarnya.

Ia merinci, di Desa Banjardowo terdapat sekitar 60 RT dengan total kebutuhan anggaran kisaran Rp300 juta per tahun, serta 10 RW dengan total sekitar Rp50 juta.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang, Sudiro Setiono, menyampaikan bahwa proses pengajuan pencairan segera dapat dilakukan oleh desa.

“Insyaallah proses pengajuan pencairan segera bisa dilakukan desa,” jawabnya singkat, Selasa (3/3/2026).

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai sistem dan mekanisme pencairan, Sudiro belum memberikan penjelasan tambahan.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya meminta keterangan dari Bupati Jombang terkait kepastian jadwal pencairan insentif RT/RW dalam Program Desa Mantra tersebut.

Berita Terkait