JOMBANG, KabarJombang.com – Pemerintah Kabupaten Jombang mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terus terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Sejumlah kawasan rawan, terutama daerah pegunungan dan bantaran sungai, kini menjadi fokus utama pengawasan BPBD Jombang.
Langkah penguatan mitigasi ini terlihat dari apel kesiapsiagaan yang digelar BPBD Jombang di Alun-alun Jombang, Kamis (4/11/2025). Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa curah hujan yang terus meningkat mengharuskan aparat di lapangan mempercepat langkah antisipasi.
“Kondisi cuaca saat ini tidak bisa dianggap remeh. Kesiapsiagaan perlu ditingkatkan agar penanganan bisa cepat ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Menurut pemetaan sementara BPBD, hampir seluruh desa di Kecamatan Wonosalam dan sebagian wilayah Bareng memiliki kerentanan tinggi terhadap longsor. Sementara itu, kawasan lain dengan aliran sungai besar rentan mengalami banjir imbas luapan ketika hujan berlangsung lama.
“Pemetaan menunjukkan tingkat kerawanan yang cukup besar. Longsor di daerah pegunungan dan ancaman banjir di sejumlah titik harus terus dipantau,” jelas Bupati.
Pemkab Jombang juga memastikan bahwa anggaran kebencanaan untuk 2025 sudah mulai dimanfaatkan sejak awal tahun. Total alokasi sekitar Rp10 miliar, dan hingga kini sekitar Rp4–5 miliar telah digunakan untuk berbagai penanganan darurat, termasuk respon banjir di wilayah Kesamben.
“Sebagian anggaran sudah dipakai untuk penanganan banjir. Sedangkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak masih dalam proses,” tambahnya.
Melalui apel siaga ini, BPBD Jombang menekankan pentingnya memastikan seluruh personel, sarana, dan peralatan berada dalam kondisi siaga. Pemerintah berharap koordinasi lintas lembaga berjalan optimal mengingat potensi bencana dapat muncul kapan saja selama musim hujan berlangsung.









