Petani Kacang Tanah di Jogoroto Jombang Alami Hasil Panen Anjlok

Jubaidan dan beberapa buruh tani saat berada di sawah.
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Petani kacang tanah di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang harus menelan kenyataah pahit akibat hasil panen kacang tanahnya mengalami penurunan.

Lahan petani yang ditanami kacang tanah seluas 200 ru (1 ru = 14 meter persegi) ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 lalu musim tanam ketiga.

Baca Juga

Jubaidah (52) petani setempat mengatakan, gagal panen kali ini lebih disebabkan curah hujan yang tidak menentu. Sehingga menyebabkan tanah kering dan banyak rumput gajah.

“Tahun lalu, jika panen bisa mendapat 25 karung dalam lahan ini. Sekarang ini, paling dapat sekitar 5 sampai 8 karung saja,” ucapnya, pada KabarJombang.com, Jum’at (13/11/2020) siang.

Ia mengaku sudah melakukan pencegahan terkait tanah kering dan banyak rumput gajah sebagai penyebab gagal panen kacang tanah. Yakni dengan menyemprot cairan pembasmi hama dan mengaliri air dengan menggunakan mesin diesel dari sumur. Namun itu saja tidak cukup.

“Apalagi hujan juga jarang, kadang satu hari hujan, satu hari panas. Faktor cuaca juga jadi salah satu penyebab,” bebernya.

Wanita asal Badas, Kabupaten Kediri ini menjelaskan, panen dilakukan setiap tahun dengan cara ditebas atau dikulak sang tengkulak. Kalau kacang basah seharga Rp 6 ribu per kilogramnya, seangkan kacang kering Rp 12 hingga 17 Ribu per kilogram.

“Sekarang turun 50 persen. Bahkan untuk kacang kering kadang tidak sampai Rp 10 ribu. Biasanya dijual ke daerah Tuban, diambil sama orangnya,” katanya.

Gagal panen kali ini sangat dirasakan Jubaidah, pasalnya ia merupakan buruh tani yang mengandalkan bayaran dari hasil pertanian ini.

“Mau bagaimana lagi, ya kalau sudah gagal panen berarti belum rezekinya,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait