MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Sudah satu bulan sejak dimulainya kegiatan belajar pada 14 Juli lalu, siswa Sekolah Rakyat di Jombang masih mengenakan seragam lama dari sekolah asal. Hal itu lantaran seragam gratis yang dijanjikan Kementerian Sosial (Kemensos) belum juga disalurkan.
Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto, menyampaikan bahwa hingga saat ini seragam untuk siswa belum diterima. “Masih belum turun, informasinya minggu ini,” ujarnya.
Menurutnya, proses pengukuran seragam telah dilakukan jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga masalah ukuran dipastikan tidak menjadi kendala. Nantinya, setiap siswa akan memperoleh delapan setel seragam, yang terdiri atas seragam sekolah, baju laboratorium, dan pakaian santai. “Ya, informasi yang kami terima setiap siswa-siswi akan mendapatkan delapan setel baju seragam, ” tambahnya.
Selama satu bulan menempati asrama di SKB Mojoagung, para siswa disebut semakin betah. Mereka diperbolehkan bertemu orang tua pada akhir pekan, sedangkan pada hari-hari lain mengikuti berbagai kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Kemensos.
“Siswa sudah mulai saling mengenal, membangun rasa kekeluargaan, dan terbiasa dengan kegiatan pembiasaan sehari-hari,” jelas Andik.
Kegiatan tersebut meliputi pembiasaan keagamaan, penguatan karakter, serta pembelajaran. Selain itu, sejumlah siswa telah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-80, baik pada kegiatan internal sekolah maupun kegiatan luar, seperti bergabung dalam pasukan pengibar bendera di tingkat kecamatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menegaskan bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak sekolah dan Kemensos.
“Kami hanya menerima laporan serta memfasilitasi jika ada hal-hal yang dibutuhkan oleh siswa-siswi,” pungkasnya.









