MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 8 yang berlokasi di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, kini tampil semakin modern. Sekolah tersebut resmi menerapkan pembelajaran berbasis teknologi digital sehingga suasana kelas menjadi lebih interaktif dan dinamis.
Penerapan inovasi ini ditandai dengan penggunaan papan pintar digital (smartboard) di setiap ruang kelas serta pembagian laptop kepada seluruh siswa. Dengan fasilitas tersebut, peserta didik terlihat lebih fokus dan antusias mengikuti pelajaran.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (8/1/2026), siswa tampak aktif mengoperasikan laptop masing-masing sambil menyimak materi yang ditampilkan guru melalui smartboard. Perpaduan perangkat digital ini memudahkan siswa memahami materi sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.
Kepala Sekolah SR Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, menyampaikan bahwa program digitalisasi ini menjadi langkah penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah rakyat.
“Alhamdulillah, saat ini pembelajaran sudah memanfaatkan perangkat digital. Setiap kelas dilengkapi smartboard, dan seluruh siswa mendapatkan laptop,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 100 unit laptop telah disediakan sesuai jumlah siswa. Perangkat tersebut menggunakan merek Acer dengan spesifikasi prosesor Intel Core i3 dan telah disesuaikan untuk kebutuhan belajar.
“Laptop sudah disetting atas nama masing-masing siswa dan hanya digunakan saat kegiatan pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Untuk memastikan penggunaan berjalan optimal, pihak sekolah menerapkan mekanisme pengawasan oleh guru. Laptop dipakai sesuai mata pelajaran, kemudian dikembalikan ke laboratorium komputer setelah jam belajar selesai.
Menurutnya, fasilitas digital ini memberikan pengalaman baru yang berharga bagi siswa. Selain meningkatkan semangat belajar, dukungan jaringan internet yang stabil turut menunjang kelancaran pembelajaran.
“Anak-anak cepat beradaptasi dan sangat antusias. Sejauh ini tidak ada kendala berarti,” tambahnya.
Ia berharap, penerapan pembelajaran berbasis teknologi informasi ini dapat mendorong prestasi sekaligus mengembangkan potensi siswa sesuai minat dan bakat masing-masing. Transformasi digital tersebut juga menjadi bukti komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Manfaat digitalisasi sekolah turut dirasakan langsung oleh siswa. Salah satunya Ayu Sintia, siswi tingkat SMA, yang mengaku pembelajaran kini terasa lebih menarik dan mudah dipahami.
“Belajar jadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Laptop sangat membantu, apalagi di era digital seperti sekarang,” ungkapnya.









