Pengasuh Ponpes Assaidiyah 1 Bahrul Ulum Jombang Nyai Zubaidah Nasrullah Wafat

Pengasuh Ponpes Assaidiyah 1 Bahrul Ulum Jombang Nyai Zubaidah Nasrullah Wafat
Nyai Zubaidah semasa hidup.Istimewa
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kabar duka kini menyelimuti keluarga dan santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Sebab, Ibu Nyai Zubaidah Nasrullah pimpinan pesantren Assaidiyah di pPesantren setempat wafat.

Zulfikar Damam Ikhwanto Ketua PC GP Ansor Jombang menyatakan Nyai Zubaidah meninggal pada Jum’at (30/7/2021) kemarin. Ia meyatakan turut berdukacita atas kepergiannya dan mengenangnya bahwa beliau adalah sosok perempuan tangguh dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selai itu dirinya mengaku bahwa beliau ialah sosok perempuan yang fasih dalam membaca Al Qur’an.

Baca Juga

“Kami perwakilan dari PC GP Ansor Jombang menyampaikan turut berbelasungkawa atas kepergiannya Ibu Nyai Zubaidah Nasrullah pada hari Jum’at kemarin. Saya menyatakan bahwa beliau adalah merupakan perempuan yang kuat dan hebat dalam ke NU an. Juga punya suara yang fasih dalam melantunkan bacaan Al Qur’an,” ujarnya kepada KabarJombag.com, Sabtu (31/7/2021).

Mengenal Perjuangan Nyai Zubaidah di Tambakberas

Seperti data yang berhasil dihimpun oleh KabarJombang.com, sejak tahun 1979, Kyai Nashrullah suami dari Nyai Zubaidah Nasrullah mengajar hingga di amanahkan menjadi kepala madrasah muallimin muallimat Tambakberas. Disisi lain, Nyai Zubaidah turut dengan setia mendampinginya dalam mengajar dan mendidik anak-anak berpendidikan.

Semua kepemilikan atau kelebihan yang dimiliki diberikan dengan ikhlas dan sabar dalam mengajari siswanya, salah satunya seperti mengajar dalam bidang ilmu Al Qur’an. Selain itu juga dirinya menjadi badan pengajar di madrasah ibtidaiyah Tambakberas, MtsN dan juga MAN setempat.

Disisi lain, beliau tetap membina santrinya. Dirinya juga mendapatkan berkah dan amanah menjadi pimpinan pesantren Assaidiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang dirintis sejak tahun 1979.

Nyai Zubaidah selalu berpegang pada Hadits Nabi tentang pentingnya keajegan, keistiqomahan dalam melakukan kebaikan. Beliau sering mengutip Sabda Rasulullah “Khoirul a’mmali adwamuhaa, wa in Qolla”. Sebaik-baik amal adalah yang ajeg dilaksanakan, walaupun sedikit.

Selepas wafatnya Kiai Nashrullah tahun 2002, Nyai Zubaidah bersama putra putri dan cucu-cucunya, terus berjuang di jalan dakwah dan pendidikan. meneruskan pesantren As-Sa’idiyah dan Madrasah Al-I’dadiyah.

Beberapa unit pesantren di Tambakberas, As-Sa’idiyah 2 dan 3, Al Wardiyah, An-Nashriyah, Daarul Qur’an dan Bayt Al Qur’an Sunan Kalijaga, adalah rintisan putra-putrinya. tidak sedikit santri yang mesantren saat ini, adalah putra putri dari orang tua yang dulunya juga nyantri ke Nyai Zubaidah.

Demikianlah sekilas perjuangan beliau selama berada di Tambakberas Jombang, sehingga di hari Jum’at kemarin beliau telah menghirup nafas terakhirnya. Menanggapi hal itu salah satu dari santri yang pernah mengaji ke beliau mengatakan bahwa turut berduka dan bersaksi beliau orang baik.

“Saya merupakan salah satu santrinya beliau di masa kecil. Saya di ajarkan bagaimana cara mengaji Al-Qur’an dengan fasih dan benar, memang benar beliau adalah sosok guru ngaji yang mempunyai suara yang bagus dan enak didengar saat mengaji. Dalam membimbing para santri pun enak, jadi turut kehilangan saya. Insyaallah beliau akan masuk surga,” jelas Ninid Al Fatih.

“Innalilahi wa ilaihi Raji’un, semoga amal ibadahnya diterima dan segala dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT. Semoga semua kalangan, dari tingkah laku beliau yang dinilai kurang mengesankan bisa dimaafkan. Amin,” lanjut imbuhnya memungkasi.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait