Gedung Sekolah Rakyat Jombang Terancam Molor, Progres Pembangunan Masih 57 Persen

Foto: Pembangunan gedung SRT 8 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. (Istimewa/KabarJombang)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, terancam molor menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan dilaporkan baru mencapai sekitar 57 persen, sementara gedung ditargetkan sudah dapat digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.

Dengan sisa waktu hanya beberapa bulan, Pemerintah Kabupaten Jombang mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila pembangunan gedung belum rampung tepat waktu. Koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pun mulai dilakukan untuk menyikapi kemungkinan keterlambatan tersebut.

Baca Juga

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengatakan pihaknya telah mengikuti pertemuan bersama Bupati Jombang dan Kementerian Sosial guna membahas perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Dalam pertemuan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul disebut tetap optimistis proyek dapat selesai sesuai target.

“Kalau pembangunan SR permanen kami kurang memahami detail penyelesaiannya karena itu menjadi ranah Kementerian PU dan Kemensos. Tetapi saat pertemuan di Kemensos kemarin, Gus Ipul menjamin pembangunan selesai tepat saat dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Meski demikian, Dinas Sosial Jombang tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila proses pembangunan mengalami keterlambatan.

“Besok kami akan rapat dengan OPD terkait untuk menyikapi hal tersebut,” katanya.

Agung menjelaskan, laporan perkembangan pembangunan selama ini langsung disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga pihaknya tidak menerima laporan rinci terkait progres terbaru di lapangan.

“Informasi terakhir minggu lalu, pekerjaan ruang kelas masih tahap pemasangan atap dan finishing. Kami hanya menerima informasi itu, sedangkan laporan progres minggu ini belum kami terima,” paparnya.

Ia mengungkapkan, dua pekan sebelum menghadiri pertemuan di Kementerian Sosial, progres pembangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 57 persen. Namun hingga kini belum ada pembaruan mengenai persentase terbaru pembangunan gedung tersebut.

“Dua minggu lalu sebelum saya ke Kemensos progresnya kira-kira sudah 57 persen. Sedangkan minggu kemarin kami belum mendapat informasi lagi terkait progres terbaru pembangunan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Jombang, Dheny Widiyastiti, menyebut gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa.

“Gedung permanen masih tahap pembangunan, kapasitasnya adalah 1.000 siswa,” ujarnya.

Sambil menunggu pembangunan rampung, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang masih dipusatkan di gedung sementara SR SKB Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Saat ini, jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran di lokasi sementara tersebut mencapai sekitar 100 siswa.

Diketahui, pembangunan Gedung Sekolah Rakyat mulai dilakukan sejak tahun 2025 dan hingga kini proses pengerjaan masih terus berlangsung. Pembangunan gedung baru di kawasan eks Terminal Barang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, merupakan bagian dari program Kementerian PUPR.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Waskita Karya dengan nilai kontrak mencapai Rp1,165 triliun untuk pembangunan di lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban.

Berita Terkait