Penambahan Tenaga Masak Belum Dongkrak Kinerja Dapur SRIT 8 Jombang

Nampak depan gedung SKB Mojoagung yang saat ini digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang. (Wahyu/KabarJombang).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Operasional dapur Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRIT) 8 Jombang hingga kini belum berjalan maksimal meski jumlah juru masak telah ditambah menjadi tiga orang.

Penambahan tenaga yang mulai efektif per 13 Oktober 2025 tersebut belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan makan bagi para siswa yang tinggal di asrama.

Baca Juga

Kepala Sekolah SRIT 8 Jombang, Andik Minarto, menyampaikan bahwa dapur masih memerlukan sejumlah penyesuaian teknis sebelum dapat berfungsi optimal. Ia bahkan menilai jumlah juru masak saat ini masih belum ideal.

“Rencananya tenaga dapur akan ditambah lagi karena tiga orang masih belum mencukupi,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Andik menjelaskan, fasilitas dapur sebenarnya sudah dilengkapi berbagai peralatan dan siap digunakan. Pemenuhan sarana prasarana dilakukan secara bertahap sejak sekolah mulai beroperasi, dan unit dapur menjadi salah satu fokus pembenahan dalam beberapa bulan terakhir.

“Peralatan untuk dapur saat ini sudah komplet dan siap digunakan,” tambahnya.

Selain penambahan juru masak, peningkatan SDM juga dilakukan pada unit lain, seperti wali asrama, petugas kebersihan, dan keamanan. Hingga kini, total personel yang bertugas di SRIT 8 Jombang mencapai 53 orang.

SRIT 8 Jombang mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2024 dengan empat rombongan belajar jenjang SMP dan SMA, serta total 100 siswa. Berbeda dengan sekolah konvensional, SRIT menerapkan sistem boarding sehingga seluruh siswa tinggal di asrama.

Saat ini kegiatan belajar mengajar berlangsung di gedung SKB Mojoagung yang telah direhabilitasi oleh pemerintah pusat. Dalam jangka panjang, pembangunan gedung permanen SRIT direncanakan segera dimulai di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.

Berita Terkait