Santri Jombang Korban Penganiayaan Seniornya Masih Dirawat di Rumah Sakit

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Santri pondok pesantren di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang yang menjadi korban penganiayaan teman-temannya hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSUD setempat.

Santri kelas 2 sekolah dasar berinisial K, sempat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Jombang selama 13 hari.

Baca Juga

“Iya, ada pasien anak dengan nama dan alamat tersebut, tapi sekarang sudah pindah di ruang perawatan anak-anak,” kata salah satu pegawai di RSUD Kabupaten Jombang kepada KabarJombang.com, Jumat (19/2/2021).

Namun ia enggan menjelaskan kondisi santri korban penganiayaan tersebut. Karena menjaga kode etik terkait kerahasiaan data pasien yang tidak dapat dipublikasikan untuk masyarakat umum.

Diketahui seorang santri yang duduk di kelas 2 sekolah dasar diduga menjadi korban penganiayaan teman satu pondok pesantrennya di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

Dari keterangan sumber KabarJombang.com, santri pondok pesantren di Kecamatan Mojowarno korban penganiayaan berinisial K, itu baru masuk pesantren sekitar empat bulan lalu.

“Korban masih kelas 2 SD baru masuk pondok empat bulan, terus di bully santri senior,” katanya.

Namun kasus penganiayaan yang menimpa korban tidak dilaporkan ke polisi karena pertimbangan nama baik pondok pesantren.

“Orangtua korban sebenarnya pingin lapor (polisi), tapi dihalangi kakek korban karena pertimbangan nama baik pondok,” pungkas sumber ini.

Terpisah Kapolsek Mojowarno AKP Yogas membenarkan, tentang adanya dugaan penganiayaan santri pondok pesantren tersebut. Namun pihak keluarga korban belum sampai membuat laporan, meski telah disarankan melaporkan kejadian penganiayaan itu jika merasa dirugikan.

“Sekitar satu minggu yang lalu belum sampai ada laporan karena saat itu masih di dumas (pengaduan masyarakat), kami sempat menyarankan jika pihak korban merasa dirugikan silahkan membuat laporan dan akan kami tindak lanjuti,” kata Yogas saat dihubungi KabarJombang.com.

INSTAGRAM

Berita Terkait