Rumah Anggota Dewan di Jombang Digeruduk Warga, Buntut Investasi Bodong Smart Wallet

foto : Puluhan Warga yang Juga Member Smart Wallet di Jombang Geruduk Rumah Anggota Dewan Inisial AT yang Disebut Mengaku Presiden Direktur Smart Wallet. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Rumah salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Ahmad Tohari tiba-tiba digrebek puluhan warga, karena kasus investasi bodong Smart Wallet.

Rumah Ahmad Tohari yang berada di Kecamatan Mojowarno, Jombang itu dikepung puluhan warga yang meminta uangnya dikembalikan pada Senin (1/4/2024) malam.

Baca Juga

Salah satu korban, Juned (42) mengatakan ia beserta puluhan warga mendatangi rumah AT karena kasus Smart Wallet investasi bodong dan merugikan para member.

“Ini masalah smart wallet, kita seperti tertipu. Dan kami mendatangi kediaman dari bapak Tohari uang mengaku presiden direktur dari Smart Wallet ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, aplikasi ini merugikan dan tidak menguntungkan sama sekali. “Katanya smart wallet ini menguntungkan tapi ternyata sama sekali tidak menguntungkan. Banyak merugikan korban-korbannya. Bahkan korbannya lebih dari 500 kalau tidak salah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menceritakan mulanya mengapa ia tertarik untuk deposit ke Smart Wallet ini.

“Pertama kali bisa ikut itu, sebenarnya ini ada leadernya. Leader inilah yang membawa kita ikut ke dalam Smart Wallet ini. Leader ini mengiming-imingi kita dengan bonus yang tinggi dengan keuntungan 2 persen nominal US Dollar,” ujarnya.

Alhasil ia pun tertarik dan seneng bisa join dengan smart wallet ini. Awalnya withdraw (WD) selama satu dua tiga bulan menggiurkan, namun akhir-akhir ini dari mulai tanggal 5 Maret sampai sekarang WD selalu pending.

“Sedangkan, para leader yang mengajak kami ini ketika dihubungi tidak ada yang mau bertanggung jawab. Dan kami sebagai korban berusaha untuk mencari jalan keluar sendiri mencari solusi sendiri dengan mendatangi orang yang mengaku sebagai presiden direktur ini,” ungkapnya.

Minta warga yang merasa menjadi korban ini sederhana, uang dikembalikan.

“Kami minta uang kembali, kami tidak minta bonus yang mereka janjikan karena itu mustahil. Tapi kami minta uang pokok kita itu kembali. Jadi per tanggal 5 – 20 Maret itu katanya ada event ada bonus, dari yang keuntungannya Rp 20 juta bisa sampai Rp 40 juta belum lagi ditambahi sama bonusnya,” jelasnya.

Sebelumnya para member ini sudah menghubungi leader yang di posisinya di bawah Ahmad Tohari termasuk juga melakukan komunikasi ke admin-admin aplikasi tersebut.

“Kami janjian hari Jumat mau koordinasi, katanya Sabtu bisa ditemui ternyata setelah dikonfirmasi, hari Sabtu dan Minggu pak Tohari nya itu tidak ada. Katanya bisanya hari ini, Senin dan waktunya setelah buka puasa. Dan setelah kami sampai disini, pak Tohari ketika dihubungi juga tidak bisa,” tuturnya.

Karena mendatangi rumah Ahmad Tohari hasilnya nihil, para member ini berencana untuk melaporkannya ke polisi. “Langkah selanjutnya, daripada kami disini menunggu dan tidak ada hasilnya, maka kami akan melaporkan kejadian ini ke Polres Jombang,” katanya menambahkan.

Juned sendiri menceritakan ia mulai join ke Smart Wallet ini  terhitung mulai dari 17 Desember 2023 modal awal Rp 500 ribu. Namun, setelah ada janji event itu, ia dan member lainnya ‘ngebon’ serta habis-habisan masukkan modal di aplikasi tersebut. “Jadi total kerugian saya selama ini sebanyak Rp 18 juta,” ungkapnya lagi.

Ia menjelaskan, awalnya untuk pencairan pertama, kedua ketiga itu selalu sukses hingga akhirnya ia dan member lainnya terus menambah saldo sembari mencari mitra yang baru.

“Karena dijanjikan kalau membawa mitra atau member baru ada bonusnya. Sementara untuk korban lainnya ada pula yang mengalami kerugian Rp 55 juta, 300 juta,” pungkasnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait