Monyet Liar Kembali Serang Warga di Kesamben Jombang, BPBD Gandeng BKSDA untuk Penangkapan

Foto : BPBD dan warga Gumulan terkait adanya laporan monyet yang terlihat di Desa Gumulan Kecamatan Kesamben. (Istimewa)
  • Whatsapp

KESAMBEN, KabarJombang.com – Keberadaan kawanan monyet liar di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, semakin meresahkan warga. Di antaranya, masyarakat Desa Jombatan dan Desa Gumulan melaporkan gangguan dari hewan liar tersebut yang kerap memasuki permukiman dan perkebunan, merusak tanaman, serta membahayakan keselamatan warga.

Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, gangguan monyet liar sudah terjadi sejak sebelum Hari Raya. Meskipun warga telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD Jombang, upaya penangkapan hingga kini belum menunjukkan hasil memuaskan.

Baca Juga

“Kami sangat resah. Tanaman dan buah-buahan di kebun sering habis dimakan monyet. Bahkan, beberapa warga sempat diserang. Ini jelas sangat membahayakan,” ungkapnya saat ditemui pada Jumat (18/7/2025).

Keresahan warga semakin memuncak setelah seorang anak kecil menjadi korban serangan monyet liar pada pekan lalu. Kejadian ini menambah kecemasan, terutama bagi para orang tua yang memiliki anak-anak kecil.

Warga pun mendesak pihak terkait untuk segera melakukan tindakan tegas, seperti evakuasi hewan liar secara terkendali dan edukasi kepada masyarakat guna mencegah potensi serangan lanjutan. Selain itu, ada kekhawatiran terkait kemungkinan penyebaran penyakit dari hewan liar tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Jombang melalui Maulana dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran di beberapa titik pada Rabu (16/7/2025). Tim pemadam kebakaran juga telah memasang kandang jerat guna menangkap hewan tersebut.

“Kami telah melakukan penyisiran dan memasang kandang jerat di sejumlah titik,” ujar Maulana saat dikonfirmasi.

Menurut hasil analisis sementara, kemungkinan besar monyet-monyet tersebut berasal dari hewan peliharaan warga yang lepas dan kemudian membentuk koloni liar. Kawanan ini biasa terlihat di sekitar permukiman dan perkebunan, terutama pada pagi hingga sore hari.

“Monyet-monyet itu biasanya terlihat mulai pagi hingga sore di sekitar area pemukiman,” jelas Maulana.

Sementara itu, Pepi dari BPBD menambahkan bahwa monyet adalah hewan berkoloni. Jika merasa terganggu atau terprovokasi oleh keramaian, perilaku mereka bisa menjadi tidak terkendali dan agresif.

“Monyet adalah hewan sosial yang berkoloni. Semakin sering merasa terprovokasi, semakin agresif pula perilakunya. Saat mereka merasa terbiasa dengan keberadaan manusia, mereka akan menganggap manusia bagian dari koloninya,” jelasnya.

Saat ini teridentifikasi tiga ekor monyet liar yang berkeliaran, yakni satu ekor jantan, satu betina, dan satu anak monyet. Kawanan tersebut paling sering terlihat di Desa Jombatan dan Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben.

“Kemarin kami juga menerima laporan dari warga Desa Gumulan. Monyet terlihat di sana, tetapi belum ada korban seperti yang terjadi di Desa Jombatan,” ujarnya.

BPBD bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri saat ini terus melakukan pemantauan dan berupaya menangkap hewan liar tersebut. Pihaknya juga mengimbau warga untuk tidak memberi makan atau mencoba memprovokasi hewan tersebut, karena hal itu justru memperbesar kemungkinan monyet akan semakin mendekat.

“Jika terlalu sering diberi makan, monyet akan merasa aman dan nyaman berada di dekat manusia. Lama-kelamaan, ia akan menganggap manusia sebagai bagian dari koloninya, seperti halnya anjing yang terbiasa hidup bersama manusia,” tambahnya.

Pihak BPBD juga menegaskan bahwa pemberian makanan beracun bukanlah solusi efektif. Monyet memiliki naluri kuat untuk mengenali makanan yang aman atau berbahaya, sehingga metode tersebut berisiko gagal dan justru memperburuk keadaan.

 

Berita Terkait